Kompas.com - 26/06/2013, 06:16 WIB
Ilustrasi. Polisi memperlihatkan aneka jenis narkoba yang hendak dimusnahkan di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (5/7/2012). Berbagai jenis narkotika senilai Rp 1,1 triliun tersebut merupakan hasil penangkapan yang dilakukan oleh Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya periode Mei-Juni 2012. Selain dari jaringan dalam negeri, barang haram tersebut juga berasal dari jaringan internasional. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi. Polisi memperlihatkan aneka jenis narkoba yang hendak dimusnahkan di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (5/7/2012). Berbagai jenis narkotika senilai Rp 1,1 triliun tersebut merupakan hasil penangkapan yang dilakukan oleh Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya periode Mei-Juni 2012. Selain dari jaringan dalam negeri, barang haram tersebut juga berasal dari jaringan internasional.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembatasan waktu operasional tempat hiburan malam (dugem), mendapat dukungan. Pembatasan ini diharapkan turut menekan angka penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

"Meminimalisir jumlah pengguna narkoba khususnya ekstasi (yang) banyak ada di tempat-tempat hiburan," kata Kepala BNN Anang Iskandar, dalam acara peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional, Selasa (25/6/2013) di Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013). Dia mengatakan ekstasi banyak beredar di tempat hiburan karena efeknya baru penuh terasa ketika diiringi musik khas dugem.

"Pembatasan (waktu operasional ini) wajar-wajar saja," imbuh Anang. Dia pun menyatakan dukungan penuh atas rencana tersebut.

Hari anti-narkoba

Sementara itu, terkait peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional, Anang mengajak semua pihak untuk merenungi kembali tentang kasus peredaran narkoba yang jumlahnya kian memprihatinkan. Saat ini, jumlah pecandu narkoba di Indonesia diperkikrakan telah mencapai 4 Juta orang.

"Kalau kita bisa merehabilitasi 1 Juta setiap tahun maka diharapkan akan hilang pengguna narkobanya. Kalau sudah hilang, tidak ada demand tentu tidak ada supply ke Indonesia," ujar Anang.

Sementara mengenai sanksi terhadap para pengedar narkoba, dengan tegas Anang menyatakan hukuman mati merupakan hukuman yang setimpal. "Hukuman terhadap pengedar narkoba jelas, hukuman mati sudah dijatuhkan, dan saya apresiasi," tegasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan dalam rapat di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menguat wacana pembatasan waktu operasional tempat hiburan malam. Meski belum ada pembahasan lebih lanjut di Pemerintah Provinsi Jakarta, Jokowi mengatakan wacana tersebut sedang dipertimbangkan bila memang bermanfaat terutama untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Gubernur yang menggemari musik metal itu tak menampik Jakarta telah menjadi pasar bagi barang haram tersebut. Oleh sebab itu, ia menegaskan pengawasan ketat terhadap sejumlah tempat dugem termasuk mengatur jam operasionalnya, mutlak diperlukan, meskipun dilakukan dengan perlahan-lahan mengurangi waktu operasional itu.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

    Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

    Megapolitan
    Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

    Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

    Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

    Megapolitan
    Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

    Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

    Megapolitan
    Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

    Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

    Megapolitan
    Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

    Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

    Megapolitan
    Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

    Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

    Megapolitan
    Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

    Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

    Megapolitan
    UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

    UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

    Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

    Megapolitan
    Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

    Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

    Megapolitan
    Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

    Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

    Megapolitan
    Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

    Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

    Megapolitan
    Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

    Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

    Megapolitan
    Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

    Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

    Megapolitan

    Video Rekomendasi

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X