Kompas.com - 31/07/2013, 23:16 WIB
Tumpukan limbah di rumah pemotongan hewan (RPH) Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2013). Limbah ini diambil oleh mobil pikap setiap tiga minggu sekali dan dibuang di Cakung, Jakarta Timur. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATITumpukan limbah di rumah pemotongan hewan (RPH) Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2013). Limbah ini diambil oleh mobil pikap setiap tiga minggu sekali dan dibuang di Cakung, Jakarta Timur.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga sekitar Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk segera menyediakan tempat bagi rumah pemotongan hewan. Rumah jagal itu menempati bekas lahan PD Dharma Jaya di pasar tersebut dan warga selalu terdampak aktivitas pemotongan hewan tersebut.

Rizal, petugas keamanan Pasar Blok G, mengatakan, limbah pemotongan hewan itu menimbulkan masalah bagi warga di sekitarnya. Karena saluran air mampet, limbah itu meluber hingga mengganggu aktivitas warga.

"Kalau banjir segini (selutut), gatal. Kalau hujan tuh, soalnya limbah darah, kencing kambing dibuang di sini. Lama-lama ngempel (menggumpal), karang, jadi tanah," kata Rizal, petugas keamanan Pasar Blok G, kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2013).

Rizal yang tinggal di belakang Blok G Tanah Abang itu mengatakan, warga RW 09 di Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, sudah menandatangani pernyataan yang isinya meminta agar rumah jagal tersebut direlokasi. Pernyataan warga tersebut sudah disampaikan ke kantor kelurahan pada Selasa (30/7/2013) kemarin.

"Kalau dulu benar (limbah) disedot, tapi mulai tahun 2000-an sudah enggak pernah lagi. Baunya udah kayak lumpur. Kalau hujan banjir," ujar Rizal.

Secara terpisah, Ali Djawaz, selaku pengelola RPH di Blok G Tanah Abang, tidak mempermasalahkan permintaan warga tersebut. Ia juga meminta Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah untuk tidak semena-mena memintanya mengosongkan rumah pemotongan hewan tersebut.

Ia menegaskan tidak mau dipindah sebelum Pemprov DKI menyediakan lahan pengganti usaha mereka. Mereka mengusulkan agar lahan milik PT KAI yang digunakan sebagai tempat parkir truk di dekat pasar sebagai tempat pengganti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.