Kompas.com - 19/08/2013, 10:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengunjungi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013). Dia memeriksa kesiapan blok tersebut menerima para PKL. KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengunjungi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013). Dia memeriksa kesiapan blok tersebut menerima para PKL.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah empat bulan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI kosong, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo rencananya akan mengevaluasi seleksi Sekda pada Desember mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kalau DKI telah mengantongi beberapa nama pejabat Pemprov DKI untuk menduduki jabatan orang nomor tiga di Ibu Kota.

"Sekda evaluasi Desember. Nanti ada rangking 1, 2, 3 nya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (19/8/2013).

Kendati demikian, Basuki enggan menjelaskan lebih detil siapa pejabat yang menduduki rangking pertama seleksi Sekda DKI. Walaupun sudah didesak oleh wartawan, dia tetap tutup mulut dan tidak memberikan keterangan maupun bocoran calon Sekda itu kepada wartawan.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan kalau Gubernur Jokowi memiliki prinsip sederhana. Bagi para pejabat Pemprov DKI yang sudah berusia 56 tahun untuk segera memproses pensiun dan tidak diperpanjang masa jabatannya kembali.

"Walaupun prestasinya bagus juga enggak bisa. Supaya ada kesempatan buat yang lainnya," kata Basuki.

Menurut kabar, tiga nama pejabat DKI yang paling berpotensi menduduki jabatan Sekda DKI adalah Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah, dan Inspektorat DKI Franky Mangatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama Arie Budhiman sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI justru tidak masuk ke dalam daftar sembilan nama calon Sekda DKI. Padahal Basuki menginginkan seorang Sekda DKI yang memahami pariwisata dan dapat mempromosikan pariwisata Jakarta, baik ke seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Basuki menyebut Arie sebagai korban karena tidak sempat mengikuti tes. Selain Arie, Basuki juga menyebut nama Kepala Dinas Energi dan Perindustrian DKI Andi Baso Mappapoleonro yang juga tidak mendapat kesempatan mengikuti tes calon Sekda.

"Pak Arie itu dihitungnya jadi Kadis cuma dua kali. Padahal beliau sudah tiga kali jadi kadis. Tapi yah Pak Arie juga sudah mau usia 56 tahun juga," kata Basuki.

Untuk mengisi kekosongan Sekda DKI, Jokowi-Basuki telah memilih Asisten Pembangunan DKI Wiriyatmoko untuk menduduki posisi Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI menggantikan posisi Fadjar Panjaitan yang mengundurkan diri karena mengajukan diri sebagai anggota legislatif DPR RI pada Pileg tahun 2014. Sebelum tersaring menjadi tiga nama, sebanyak sembilan nama calon Sekda DKI telah ditugaskan Jokowi dalam surat tugas Nomor 716/082.62 untuk mengikuti asesmen kompetensi calon Sekda DKI di Hotel Sahid, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tiga nama yang telah tersaring oleh Gubernur itu rencananya akan diajukan kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Nantinya, Wakil Presiden yang akan menentukan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sentil Dirut dan Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut

Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sentil Dirut dan Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut

Megapolitan
Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Megapolitan
Sumur Resapan di Cilandak Disebut Bikin Jalan Tidak Lagi Rata seperti Dulu

Sumur Resapan di Cilandak Disebut Bikin Jalan Tidak Lagi Rata seperti Dulu

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Megapolitan
Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Megapolitan
Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Megapolitan
359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

Megapolitan
Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Megapolitan
Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Megapolitan
Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Megapolitan
Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Megapolitan
“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.