Kompas.com - 23/08/2013, 11:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memantau kondisi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (20/8/2013). Setelah proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Blok G berhasil dilakukan, Pemprov DKI mulai mempercantik blok tersebut untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Joko Widodo memantau kondisi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (20/8/2013). Setelah proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Blok G berhasil dilakukan, Pemprov DKI mulai mempercantik blok tersebut untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk yang kesekian kalinya meninjau Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013) siang. Kedatangan Jokowi dimanfaatkan pedagang untuk menumpahkan keluhan, dari terkesan sepele sampai ke hal yang dianggap serius.

Pantauan Kompas.com, Jokowi sampai ke Blok G Pasar Tanah Abang sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah beberapa saat meninjau pengerjaan tangga utama, Jokowi pun bertolak ke lantai tiga dan lantai empat gedung Blok G tersebut.

Di lantai tiga, beberapa pedagang menumpahkan keluhannya. Salah seorang bapak mengadu, kios miliknya tidak nyaman. Sebab, di atas kiosnya menjuntai tiang besi penahan plafon bangunan.

"Di atas saya ada besi pak, saya ngerinya nanti bahaya," ujar pedagang itu.

"Iya, nanti dibenerin," jawab Jokowi.

Salah seorang ibu pedagang lainnya juga memberikan idenya untuk membuat koperasi yang menampung pedagang di sana. Ide tersebut pun langsung mendapat apresiasi positif oleh orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut.

"Dulu waktu pedagang masih ramai ada koperasi, Pak. Tapi sekarang enggak aktif," ujar sang ibu.

"Nah diaktifin lagi, kalau sudah, kasih tau saya. Saya akan kasih modal," jawab Jokowi.

Belum habis perbincangan itu, seorang ibu tua merangsek mendekati Jokowi. Sambil memasang muka memelas, dia mengaku pedagang ber-KTP Tangerang. Akibatnya, dia tidak bisa berjualan di Blok G Pasar Tanah Abang tersebut.

Jokowi kemudian menyerahkan masalah itu ke Wali Kota Jakarta Pusat. "Ini ada Pak Wali. Pak, ada satu dua ndak apa-apa. Ini dia minta tolong untuk dimasukan," ujar Joko.

Hingga pukul 12.10 WIB, Jokowi masih berkeliling di kawasan tersebut. Pedagang meminta Jokowi untuk melaksanakan shalat Jumat di lantai 4 Blok G. Jokowi pun memenuhi permintaan pedagang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.