Penembak Briptu Ruslan Diindikasi sebagai Sindikat Lampung

Kompas.com - 16/09/2013, 18:36 WIB
Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Briptu Ruslan, anggota Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri yang ditembak oleh sekelompok orang tak dikenal di tempat cuci kendaraan Arema Car Wash, di Jalan Raya Pekapuran, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013). KOMPAS/IWAN SETIYAWANAparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Briptu Ruslan, anggota Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri yang ditembak oleh sekelompok orang tak dikenal di tempat cuci kendaraan Arema Car Wash, di Jalan Raya Pekapuran, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya menyatakan telah mengindikasi empat pelaku pencurian dan penembakan terhadap Briptu Ruslan Kusuma, anggota Sabhara Polri. Empat pelaku penembakan ini diduga sebagai kelompok sindikat asal Lampung.

"Itu memang teridentifikasi dari awal, mereka itu sindikat Lampung," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/9/2013).

Selain mengidentifikasi kelompok pelaku, Rikwanto mengatakan, penyidik juga telah mengantongi profil pelaku. Berdasarkan keterangan Ruslan dan juga gambaran saksi, ada kemiripan tentang aksi kelompok sindikat ini.

"Jadi ada gambaran sedikit tentang mereka dan sedang dilakukan pengejaran terhadap mereka," ujar Rikwanto.

Ruslan ditembak oleh orang tak dikenal dalam peristiwa pencurian sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc bernomor polisi B 3333 ELO di tempat cuci kendaraan "Arema Car Wash" Jalan Raya Pekapuran, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013) malam. Dari empat pelaku, dua orang menunggu di atas sepeda motor, sementara dua lainnya turun untuk beraksi. Satu pelaku menjadi eksekutor yang menembak korban pada bagian kaki.

Ruslan sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku sampai akhirnya terjadi rebutan kunci motor yang berujung tembakan pelaku. Setelah mengambil motor korban, pelaku kemudian berlari ke arah Tapos.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Megapolitan
52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Megapolitan
Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Megapolitan
Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Megapolitan
Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Megapolitan
Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Megapolitan
Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Megapolitan
WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

Megapolitan
Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.