Serikat Buruh Kecam DPR dan Menperin Bahas Upah Murah

Kompas.com - 20/09/2013, 16:58 WIB
Said Iqbal Presiden KSPI

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengecam pertemuan DPR dan Menteri Perindustrian yang membahas upah murah di Jakarta, Jumat (20/09/2013). ummi hadyah salehSaid Iqbal Presiden KSPI Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengecam pertemuan DPR dan Menteri Perindustrian yang membahas upah murah di Jakarta, Jumat (20/09/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Sekretariat Buruh Bersama (Sekber) mengecam pertemuan antara Komisi V DPR dan Menteri Perindustrian. Serikat buruh menuding pertemuan itu akan mendorong dipertahankannya upah murah bagi buruh.

"Kami mengecam pertemuan RDP (rapat dengar pendapat) antara Komisi V DPR dengan Menperin karena sudah ikut campur tangan yang membahas upah murah," ujar Said Iqbal seusai rapat persiapan konsolidasi nasional gerakan buruh di Jakarta, Jumat (20/09/2013).

Menurutnya, anggota komisi V dan Menteri perindustrian tidak memilki kewenangan untuk membahas soal tersebut. Yang berwenang membahas upah buruh, kata Iqbal, adalah Komisi IX DPR dan Kementerian Tenaga Kerja.

Iqbal menambahkan, saat ini Kementerian Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia cenderung mempertahankan kebijakan upah murah di Indonesia. Oleh karena itu, organisasi serikat buruh berencana menggelar aksi mogok nasional pada 30 Oktober 2013 untuk menuntut kenaikan upah minimum 2014 sebesar 50 persen dan Rp 3,7 Juta untuk buruh di Jakarta.

Tidak hanya itu, sebelum menggelar aksi besar-besaran, seluruh elemen buruh secara nasional dari 200 kabupaten/kota akan mengadakan konsolidasi dan rapat akbar tingkat nasional pada 30 September 2013. Dalam konsolidasi nasional gerakan buruh, rencananya akan dihadiri seribu buruh.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X