Kompas.com - 25/09/2013, 19:31 WIB
Keluarga Fikri Ramadohni (21), korban tewas akibat tabrakan di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Minggu (22/9/2013) subuh. KOMPAS.com/UMMI HADYAH SALEHKeluarga Fikri Ramadohni (21), korban tewas akibat tabrakan di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Minggu (22/9/2013) subuh.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai saat ini, keluarga dari David (23), tersangka kecelakaan maut di Jalan Asia-Afrika, Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2013) kemarin, belum mendatangi keluarga dari Fikri Rahmadoni (21), salah seorang korban yang tewas.

Kuasa hukum keluarga Fikri, Ronny Talapessy, mengatakan, permintaan maaf baru datang dari David sendiri, itu juga melalui sebuah surat.

"Kami meminta keluarga David mendatangi keluarga korban dan memberi santunan. Kalau cuma maaf lewat surat, kita tidak tahu rencana ke depannya seperti apa," kata Ronny di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/9/2013).

Selain itu, Ronny juga mengatakan pihaknya belum mengetahui dengan jelas siapa David. Saat menyampaikan permintaan untuk bertemu dengan David, penyidik kepolisian tidak memberi izin.

Untuk itu, Ronny meminta polisi harusnya lebih terbuka dalam penyelesaian perkara hukum kecelakaan maut yang menyebabkan dua orang tewas ini.

"Siapa sebenarnya David ini kita tidak tahu. Orangnya seperti apa dan latar belakangnya juga tidak tahu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, David merupakan warga yang tinggal di Serpong, Tangerang Selatan dan berprofesi sebagai wiraswasta yang bergerak di bidang penjualan pakan ternak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini dia ditahan di ruang tahanan Subdit Gakkum, Pancoran," jelas Rikwanto.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Wilayah Paling Padat Penduduk di Jakbar, Kelurahan Kapuk Akan Dimekarkan

Jadi Wilayah Paling Padat Penduduk di Jakbar, Kelurahan Kapuk Akan Dimekarkan

Megapolitan
Viani Limardi Dipecat PSI, Apa Dasar Aturannya?

Viani Limardi Dipecat PSI, Apa Dasar Aturannya?

Megapolitan
Buntut Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver, KPAI Bakal Evaluasi Status Kota Layak Anak Tangsel

Buntut Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver, KPAI Bakal Evaluasi Status Kota Layak Anak Tangsel

Megapolitan
Anggota DPRD Viani Limardi yang Dipecat PSI sebagai Kader Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi

Anggota DPRD Viani Limardi yang Dipecat PSI sebagai Kader Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi

Megapolitan
Ular Kobra Mulai Bermunculan di Permukiman Warga Jaktim, Ini Cara Antisipasinya

Ular Kobra Mulai Bermunculan di Permukiman Warga Jaktim, Ini Cara Antisipasinya

Megapolitan
Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Langkah Pemkot Tangerang

Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Langkah Pemkot Tangerang

Megapolitan
Pemkot Jakpus Gelar Vaksinasi Rabies dengan Layanan Drive Thru

Pemkot Jakpus Gelar Vaksinasi Rabies dengan Layanan Drive Thru

Megapolitan
Meski Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna Bahas Interpelasi Formula E Tetap Digelar

Meski Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna Bahas Interpelasi Formula E Tetap Digelar

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang 80 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang 80 Persen

Megapolitan
Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua Fraksi PKS: Itu Ilegal

Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua Fraksi PKS: Itu Ilegal

Megapolitan
Luhut Tantang Haris Azhar dan Fatia Melihat Laporan Harta Kekayaannya

Luhut Tantang Haris Azhar dan Fatia Melihat Laporan Harta Kekayaannya

Megapolitan
Kepada 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E, Fraksi PDI-P: Kalau Tak Setuju, Sampaikan di Sidang Paripurna

Kepada 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E, Fraksi PDI-P: Kalau Tak Setuju, Sampaikan di Sidang Paripurna

Megapolitan
DLH Kota Tangerang Vaksinasi Ratusan Pemulung di TPA Rawa Kucing

DLH Kota Tangerang Vaksinasi Ratusan Pemulung di TPA Rawa Kucing

Megapolitan
Hanya Fraksi PDI-P dan PSI, Ini Anggota DPRD yang Hadir dalam Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

Hanya Fraksi PDI-P dan PSI, Ini Anggota DPRD yang Hadir dalam Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

Megapolitan
Kesaksian Ibu yang Bayinya Dicat Silver, Tak Tahu Anaknya Dibawa Mengemis, Tiba-tiba Diberi Rp 20.000

Kesaksian Ibu yang Bayinya Dicat Silver, Tak Tahu Anaknya Dibawa Mengemis, Tiba-tiba Diberi Rp 20.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.