Antisipasi Musim Hujan, DKI Klaim Pasang CCTV di Titik Strategis

Kompas.com - 07/10/2013, 20:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau instalasi pompa air di Waduk Tomang Barat, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (27/9/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau instalasi pompa air di Waduk Tomang Barat, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (27/9/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah cara terus diupayakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengantisipasi musim penghujan yang diprediksi akan datang pada bulan Oktober-Desember.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, salah satu langkahnya adalah dengan menempatkan kamera pemantau atau closed circuit television (CCTV) di berbagai lokasi strategis, seperti di pintu air maupun stasiun pompa.

"Stasiun pompa-pompa yang sedang diperbaiki itu dipasangi CCTV untuk memonitor tinggi air, supaya pembagian pompa merata sesuai dengan kebutuhan berdasar tinggi muka airnya," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (7/10/2013).

Pemasangan CCTV itu, kata dia, masih dalam tahap pemasangan. Namun, Basuki mengaku tidak mengetahui secara rinci titik-titik mana saja yang akan dipasangi CCTV.

Misalnya saja di Jakarta Utara, lokasi yang diamankan adalah Waduk Pluit dan Pompa Ancol.

Selain menempatkan CCTV, proyek pembuatan sumur resapan juga masih berjalan. Upaya itu dipercaya sebagai antisipasi datangnya musim penghujan dan musibah banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudi Siahaan mengatakan, saat ini Dinas PU DKI sedang memproses pemasangan CCTV di beberapa titik strategis. Tujuan pemasangan CCTV itu agar dapat memonitor tinggi muka air, kondisi pompa, dan mekanisme petugas pompa di lapangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manggas menargetkan, akhir Desember tahun ini Dinas PU DKI sudah selesai memasang CCTV di sekitar 130 rumah pompa. "Nantinya, terkontrol diruangkan, bisa diakses juga ke ruangan Gubernur dan ruangan Wagub," kata Manggas.

Anggaran pengadaan dan pemasangan CCTV itu ada di tiap-tiap suku dinas. Anggaran paling banyak terdapat di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Anggaran CCTV untuk satu rumah pompa sekitar Rp 8-10 juta.

Anggaran itu, kata dia, sudah masuk ke dalam pos pemeliharaan sarana dan prasarana di setiap Sudin PU. Dinas PU DKI hanya bertindak sebagai supervisor. Satu rumah pompa minimal dipasangi empat CCTV dan maksimal delapan CCTV.

Pemasangan banyaknya CCTV juga tergantung besar kecilnya rumah pompa. "Pengerjaannya sudah dilakukan sejak 2-3 minggu yang lalu, sekarang sedang berjalan," ujar Manggas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Buruh di Balai Kota DKI dan Istana, Polisi Tutup Sejumlah Jalan

Demo Buruh di Balai Kota DKI dan Istana, Polisi Tutup Sejumlah Jalan

Megapolitan
Pukul 09.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Munarman Terkait Terorisme

Pukul 09.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Munarman Terkait Terorisme

Megapolitan
2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

Megapolitan
Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Megapolitan
Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Potret Banjir Rob Jakarta | Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Potret Banjir Rob Jakarta | Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hari Ini, 10.000 Buruh Gelar Unjuk Rasa Tagih Janji Anies Naikkan UMP

Hari Ini, 10.000 Buruh Gelar Unjuk Rasa Tagih Janji Anies Naikkan UMP

Megapolitan
Wali Kota Jakut: Tanggul Kawasan Dermaga dan Muara Perlu Ditinggikan

Wali Kota Jakut: Tanggul Kawasan Dermaga dan Muara Perlu Ditinggikan

Megapolitan
KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

Megapolitan
Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.