Ungkap Kasus Bus Berkarat, Basuki Andalkan Tim Ahli

Kompas.com - 17/02/2014, 10:20 WIB
Bus Transjakarta baru yang dibeli Pemprov DKI Jakarta dari China diduga bus bekas yang direkondisi. Beberapa bagian dari bus tidak menunjukkan alat transportasi itu adalah barang baru. (Kiri) Bus gandeng dengan nomor B7146 IX. (Kanan) Tabung oli power steering karatan. DOK. KOMPAS.comBus Transjakarta baru yang dibeli Pemprov DKI Jakarta dari China diduga bus bekas yang direkondisi. Beberapa bagian dari bus tidak menunjukkan alat transportasi itu adalah barang baru. (Kiri) Bus gandeng dengan nomor B7146 IX. (Kanan) Tabung oli power steering karatan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginventarisasi kerusakan pada bus-bus baru.

Basuki mengaku akan mengandalkan tim ahli yang digandeng Inspektorat untuk membuktikan apa kerusakan itu akibat ketidaksesuaian spesifikasi bus atau tidak.

Dalam isi kontrak kerja antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan pemenang tender, disebutkan bahwa bus-bus yang didatangkan bertaraf internasional. Yang mesti dibuktikan oleh tim ahli ialah apakah bus baru yang diketahui dari China dengan lisensi Australia termasuk dalam taraf internasional atau tidak.

"Ini mesti pembuktian ahlinya. Mesti ada perdebatan di sana," ujar Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (17/2/2014) pagi.

Jika tim ahli menyimpulkan bus baru itu bertaraf internasional, Basuki mengaku tidak bakal menyerah. Basuki akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proses tender bus itu.

Adapun temuan kerusakan itu bakal menjadi bekal untuk laporan ke aparat penegak hukum, bisa di kepolisian atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Nanti penegak hukum bisa tafsir kasus itu bermacam-macam. Ini kita lakukan supaya ada efek jera," kata Basuki.

Basuki mengaku kasus bus berkarat telah menghambat program pengadaan bus tahun 2014. Namun, Basuki mengaku tidak ada masalah.

Menurut Basuki, lebih baik telat sedikit, tetapi bus yang didatangkan berkualitas baik daripada terburu-buru. Namun, yang terjadi malah tidak sesuai harapan.

Basuki menyatakan, Pemprov DKI Jakarta bakal merampungkan electronic catalog dan electronic purchasing demi pengadaan barang dan jasa. Dengan begitu, dia dapat leluasa secara terbuka menentukan spesifikasi apa yang dikehendaki.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X