Saat Hujan, Pengemudi Diminta Waspada

Kompas.com - 21/04/2014, 19:55 WIB
Ruas jalan S Parman di depan Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanegara, Grogol, Jakarta Barat terendam banjir setinggi 30 hingga 50 cm, Sabtu (18/1/2014). TwitterRuas jalan S Parman di depan Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanegara, Grogol, Jakarta Barat terendam banjir setinggi 30 hingga 50 cm, Sabtu (18/1/2014).
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengemudi kendaraan sebaiknya menghindari melintas di Jalan S Parman, Grogol, Jakarta Barat, di depan Mal Citraland saat hujan deras. Meski sudah ada tiga pompa air di kawasan tersebut, pompa bisa saja macet atau para petugasnya tidak ada di sana karena mereka terbiasa dengan pola ”siaga”.

Sabtu (19/4/2014) siang, lokasi itu tiba-tiba tergenang luapan air Kali Grogol setinggi pinggang orang dewasa. Ratusan kendaraan diterpa arus deras air yang meluap sehingga jalan terputus. ”Yang menjaga pompa terlamblat datang karena peristiwanya mendadak. Mereka enggak menerima panggilan siaga satu,” kata Camat Grogol Petamburan Deni Ramdani, Minggu (20/4/2014).

Genangan air terjadi pada Sabtu dari pukul 15.00 sampai pukul 20.00. Ratusan pengemudi yang hendak menuju Mal Citraland, Central Park, dan Mal Taman Anggrek terjebak kemacetan. Air pun masuk ke mobil mereka. Antrean penumpang bus memanjang di beberapa halte bus. Sebab, bus transJakarta, APTB, dan BKTP tak bisa bergerak.

Kanit Turjawali Polres Metro Jakbar Ajun Komisaris Hari Admoko mengatakan, air meluap karena mesin pompa di Kali Grogol tak berfungsi. ”Air dari tanggul menggenangi badan jalan. Jika pompa tidak berfungsi, ya, begini jadinya,” ujarnya.

Operator pompa air di Jalan Kyai Tapa, Nanda, menjelaskan, ketika genangan terjadi, mesin pompa yang mengandalkan aliran listrik tak bisa bekerja karena listrik padam.

”Idealnya mesin pompa didampingi genset,” kata Nanda. Ia belum melihat manfaat ditinggikannya tanggul dan kolam penampungan di Kali Grogol.

”Nyatanya sama saja, tuh. Tidak lebih baik daripada sebelum ada peninggian tanggul dan dibangun kolam penampungan,” kata Nanda.

Ia lalu menjelaskan, ada tiga mesin pompa air berkapasitas masing-masing 2.500 liter per detik. Kehadiran ketiga mesin pompa air ini belum mampu mengembalikan luapan air di jalan ke Kali Grogol.

Kasudin PU Tata Air Jakbar Pamuji yang dihubungi berkali-kali tidak mengangkat telepon selulernya. Dia adalah penggagas dan pelaksana peninggian tanggul setinggi 1,5 meter sepanjang 400 meter. Dia pula yang membangun kolam penampungan sementara sedalam 2-3 meter dengan lebar 3 meter x 6 meter. Peninggian tanggul dan kolam penampungan selesai dibangun pada Maret lalu.

Kasi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar Amir Pangaribuan pun membantah pendapat Nanda. ”Bukan karena peninggian tanggul dan pembangunan kolam penampungan yang tidak efektif, melainkan karena curah hujan yang kuat dan lama,” ujarnya. (WIN)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Megapolitan
17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Megapolitan
Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Megapolitan
Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Megapolitan
Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Megapolitan
Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Megapolitan
ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

Megapolitan
BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

Megapolitan
Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Megapolitan
KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

Megapolitan
Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X