Kompas.com - 09/06/2014, 12:48 WIB
Pedagang kaki lima (PKL) di bawah Jalan Layang Slipi, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (9/6/2014). KOMPAS.com/ Abba GabrilinPedagang kaki lima (PKL) di bawah Jalan Layang Slipi, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (9/6/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com
- Pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di bawah Jalan Layang Slipi, Kemanggisan, Jakarta Barat, meminta rencana penertiban oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditunda.

"Kalau bisa saya berpesan sama pemerintah, supaya rencana penertiban itu jangan sekarang. Lebih baik ditunda dulu," ujar Budi, seorang pedagang bakso, yang telah 2 tahun berjualan di bawah jalan layang, Senin (9/6/2014).

Mengenai permintaannya tersebut, menurut Budi, karena sebentar lagi akan ada pemilu presiden. Terlebih lagi, mulai akhir Juni seluruh umat muslim akan mulai menjalani ibadah puasa.

Aca, seorang penjual minuman yang telah 5 tahun berjualan di bawah jalan layang tersebut memiliki pendapat serupa. Namun ia mengaku pasrah apabila pemerintah melakukan pembersihan di area tempatnya berjualan saat ini.

"Kita ikuti saja rencana pemerintah, selama itu untuk kebaikan juga. Tetapi kalau bisa jangan sekarang, karena mau Lebaran," ujar Aca.

Dari pantauan Kompas.com, sejumlah pedagang makanan dan minuman, mendirikan lapak dan meja di lokasi tersebut. Karena lokasinya yang dekat dengan pasar dan pusat perbelanjaan, banyak pembeli yang memilih untuk makan dan beristirahat di tempat tersebut. Lokasi itu ramai sehingga seorang PKL dapat meraup keuntungan lebih dari Rp 7 juta setiap bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X