Kompas.com - 01/08/2014, 19:13 WIB
Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dengan rute Bekasi- Tanah Abang dan Bekasi-Bunderan Hotel Indonesia (HI), melintas di Halte Dukuh Atas 1 pada hari peresmian operasionalnya, Jakarta, Selasa (21/5/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan dua rute baru APTB yaitu  Bekasi-Tanah Abang dan Bekasi-Bunderan Hotel Indonesia (HI) dengan armada masing-masing 20 unit.
KOMPAS/LASTI KURNIAAngkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dengan rute Bekasi- Tanah Abang dan Bekasi-Bunderan Hotel Indonesia (HI), melintas di Halte Dukuh Atas 1 pada hari peresmian operasionalnya, Jakarta, Selasa (21/5/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan dua rute baru APTB yaitu Bekasi-Tanah Abang dan Bekasi-Bunderan Hotel Indonesia (HI) dengan armada masing-masing 20 unit.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai 1 Agustus 2014, loket selter transjakarta tidak lagi melayani pembelian tiket angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta (APTB). Oleh karena itu, penumpang APTB harus membayar dua kali, yaitu biaya masuk selter transjakarta Rp 3.500 dan naik APTB Rp 8.000.

Akan tetapi, selama sepuluh hari ke depan (1-10 Agustus), penumpang APTB bisa bebas biaya masuk selter transjakarta. (Baca: Pengguna APTB: Masa Cuma Mau Masuk Pintu Halte Harus Bayar?)

"Sampai tanggal 10 nanti, ada petugas APTB di halte yang melayani penjualan tiket. Jadi, penumpang APTB nggak perlu bayar Rp 3.500. Namun, kalau di halte itu tidak ada petugas APTB-nya, ya harus beli tiket transjakarta di loket halte," kata salah seorang petugas loket halte Blok M, kepada Kompas.com, Jumat (1/8/2014).

Petugas tersebut menambahkan, mulai 11 Agustus, penumpang APTB wajib membeli tiket transjakarta dahulu jika ingin menaiki APTB dari halte.

Berdasarkan pantauan, petugas APTB tidak tampak di Selter Dukuh Atas dan Blok M sehingga para penumpang APTB dari kedua selter tersebut harus membayar dua kali.

"Saya tadi beli tiket di loket terus nanti bayar lagi di dalam (APTB), tetapi tadi pas saya berangkat dari Bekasi, saya cuma bayar sekali," kata Florentina, salah seorang warga Bekasi Timur, di Selter Dukuh Atas.

Baca juga: Tarif Baru APTB, Penumpang Pikirkan Ganti Moda Transportasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Megapolitan
Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Megapolitan
Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Megapolitan
Update 7 Mei: Total Kasus Covid-19 di Tangerang Selatan Capai 11.005

Update 7 Mei: Total Kasus Covid-19 di Tangerang Selatan Capai 11.005

Megapolitan
Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu, Pembeli di Pasar Agung Depok Ditangkap

Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu, Pembeli di Pasar Agung Depok Ditangkap

Megapolitan
Jadwal Lengkap PPDB Online DKI Jakarta SD, SMP dan SMA Tahun Ajaran Baru 2021

Jadwal Lengkap PPDB Online DKI Jakarta SD, SMP dan SMA Tahun Ajaran Baru 2021

Megapolitan
Warga Kota Tangerang Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga Masing-masing

Warga Kota Tangerang Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga Masing-masing

Megapolitan
Sulit Bedakan Pemudik Lokal dan Pekerja, Dishub DKI Minta Kesadaran Masyarakat

Sulit Bedakan Pemudik Lokal dan Pekerja, Dishub DKI Minta Kesadaran Masyarakat

Megapolitan
Patuhi Aturan, Kios Blok B Pasar Tanah Abang Tutup Pukul 16.00 WIB

Patuhi Aturan, Kios Blok B Pasar Tanah Abang Tutup Pukul 16.00 WIB

Megapolitan
Pemprov DKI: Perjalanan Mudik Dilarang di Kawasan Aglomerasi, Bekerja Boleh

Pemprov DKI: Perjalanan Mudik Dilarang di Kawasan Aglomerasi, Bekerja Boleh

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 dari 19 Pelaku Penyerangan Kafe di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Orang

Polisi Tangkap 3 dari 19 Pelaku Penyerangan Kafe di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Orang

Megapolitan
Pemkot Bogor Pertimbangkan Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Pemkot Bogor Pertimbangkan Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Tangsel Perketat Prokes di Lingkungan Rumah Penyintas Covid-19 dari Virus Corona Varian B.1.617

Tangsel Perketat Prokes di Lingkungan Rumah Penyintas Covid-19 dari Virus Corona Varian B.1.617

Megapolitan
Lakukan Pelacakan, Pemkot Tangsel Pastikan Belum Temukan Kasus Baru B.1.617

Lakukan Pelacakan, Pemkot Tangsel Pastikan Belum Temukan Kasus Baru B.1.617

Megapolitan
Mobil Ambulans Berisi 7 Pemudik Terjaring di Gerbang Tol Cikarang

Mobil Ambulans Berisi 7 Pemudik Terjaring di Gerbang Tol Cikarang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X