Kompas.com - 07/08/2014, 00:56 WIB
Suporter tim sepak bola Juventus meneriakkan yel-yel saat menyaksikan latihan terbuka jelang pertandingan melawan ISL All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (5/8/2014). Juara Liga Italia, Juventus, dijadwalkan akan melawan Indonesia Super League (ISL) All Star pada 6 Agustus mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pukul 20.00 wib. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOSuporter tim sepak bola Juventus meneriakkan yel-yel saat menyaksikan latihan terbuka jelang pertandingan melawan ISL All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (5/8/2014). Juara Liga Italia, Juventus, dijadwalkan akan melawan Indonesia Super League (ISL) All Star pada 6 Agustus mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pukul 20.00 wib.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pertandingan Juventus melawan ISL All Star, Rabu (6/8/2014), ratusan massa pendukung Juventus mulai berdatangan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Hal ini pun dimanfaatkan para calo tiket untuk menjual tiket pertandingan ke para pendukung Juventus.

Pantauan Kompas.com Rabu, halaman luar GBK diramaikan oleh pendukung Juventus. Para pendukung ini masuk dari berbagai pintu pagar kawasan GBK. Selain para pendukung Juventus, terlihat belasan calo tiket berdiri lain di depan pintu masuk stadion.

Mereka kerap menghampiri para Juventini, sebutan pendukung Juventus, yang berada di lokasi tersebut. Dengan suara pelan, mereka menawarkan tiket ke pendukung Juventus.

"Ayo kategori I. Kategori I," kata calo kepada masyarakat yang melintas di depannya.

"Ini kategori III masih ada. Kategori III, mau?" ucap seorang calo lainnya.

Beberapa orang mengaku risih dengan kelakuan para calo ini. Hal ini misalnya disampaikan Tio (25). ia mengaku risih saat diikuti oleh calo yang menawarkan tiket. Tio mengatakan ia sudah membeli tiket via online sejak tiga minggu lalu.

"Tadi sempet diikutin mulu. Padahal saya sudah bilang sudah punya tiket. Tapi enggak tahu deh kenapa diikutin mulu," ujar pria asal Bekasi ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tio mengaku lebih memilih membeli tiket dari online karena lebih murah. Menurutnya, sebagai pendukung yang baik, ia merasa harus membeli sesuai dengan prosedur pembelian. Ia menyatakan, lebih bangga bila membeli tiket dengan cara yang mudah dan murah.

Ia pun mengatakan, pendukung sudah seharusnya mengetahui pertandingan, jauh sebelum laga itu dimulai.

Senada dengan Tio, Yuke (23) mengaku membeli tiket lewat online. Menurut Yuke, tiket online cukup mudah dibeli dibandingkan membeli dengan harga lebih tinggi di calo. "Saya beli di online. Kategori II saya beli Rp 350.000. Itu juga belinya sebulan lalu, sudah lama," kata Yuke.

Yuke pun mengaku sempat ditawari calo membeli tiket. Sekitar pukul 18.30 WIB, ia ditawari untuk kategori II. Yuke mengatakan, calo menawarkan dengan harga Rp 375.000 per tiket. Namun, ia langsung menolak dan memilih mengitari GBK sambil menunggu mulainya pertandingan.

Yuke mengungkapkan, ia dan temannya juga diminta menjual tiket mereka oleh calo. "Ada juga tuh calo tadi minta. Katanya kita mau enggak jual tiket ke dia (calo). Lah, kita kan repot kalau mau masuk," kata pria asal Semarang, Jawa Tengah tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.