Mau Direlokasi Jokowi pada Akhir Tahun Ini, Apa Kata Warga Kampung Pulo?

Kompas.com - 13/08/2014, 06:22 WIB
Wilayah Kampung Pulo terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Selasa (5/8/2014) Kompas.com/Robertus BelarminusWilayah Kampung Pulo terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Selasa (5/8/2014)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana merelokasi warga Kampung Pulo, di Jatinegara, Jakarta Timur, dari bantaran Sungai Ciliwung pada akhir tahun ini. Menurut Jokowi, relokasi dilakukan setelah rumah susun Kampung Melayu, Jakarta Timur, rampung dibangun. Apa kata warga Kampung Pulo soal rencana ini?

"Ya kalau warga, yang penting ada penggantian saja sesuai yang diharapkan warga. Kami siap-siap saja. Justru yang penting minta diselesaikan dulu itu," kata Ketua RT 04 RW 03 Kampung Pulo, Usep, kepada Kompas.com, saat ditemui di Kampung Pulo, Selasa (12/8/2014) malam.

Usep mengatakan rencana relokasi ini bukanlah yang pertama kali didengar warga Kampung Pulo. Menurut dia, warga di sini sudah sering mendengar sosialisasi tentang rencana pemindahan mereka dari wilayah yang sangat kerap tergenang banjir ini.

"Sudah lama sudah dulu-dulu. Sudah ada sosialisasi bahkan sudah ke kecamatan juga," ujar Usep. Belum lama ini, imbuh dia, dia dan petugas dari Kelurahan Kampung Melayu bahkan sudah melakukan verifikasi ulang data penduduk di wilayahnya.

Menurut Usep, sampai sekarang masalah ganti rugi untuk rencana relokasi itu masih simpang siur. Belum ada informasi jelas, kata dia, tentang siapa saja yang berhak menerima pembayaran ganti rugi. "Soalnya berita dari atas itu kan masih simpang siur. Ada yang dapat ada yang enggak," ujar Usep.

Sementara itu, Ketua RT 03 RW 03 Kampung Pulo, Budi, mengatakan mendapat informasi bahwa hanya warga yang memiliki sertifikat tanah yang bakal mendapatkan ganti rugi bila direlokasi. Namun, ujar dia, warga yang menerima ganti rugi ini tak akan mendapatkan alokasi unit di rumah susun.

Sebaliknya, kata Budi, warga yang tak punya sertifikat kepemilikan lahan dan bangunan tempat tinggalnya selama ini di kawasan tersebut akan mendapatkan alokasi unit di rumah susun tetapi tidak menerima ganti rugi. Mekanisme itu, ujar dia, masih mengundang pro dan kontra dari warganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Walaupun enggak nempati rusunnawa, warga maunya diganti tapi sesuailah, jadi ganti untung. Penggantian sesuai dengan perekonomian sekarang, harga rumah sekarang. Mereka enggak masalah tidak ditempatkan di rumah susun tapi diganti sehingga bisa beli rumah lagi," tutur Budi.

Sebelumnya, Jokowi blusukan ke Rumah Susun Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/8/2014). Dia mengatakan, rusun yang belum rampung itu diperuntukkan bagi warga bantaran Sungai Ciliwung, tepatnya warga dari Kampung Pulo.

"Desember 2014 sudah siap ditempati rusun ini. Detik itu selesai, langsung harus masuk ke sini semua. Harus pindah," ujar Jokowi. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan sosialisasi relokasi kepada warga Kampung Pulo sejak lama. Oleh sebab itu, tidak pantas jika niat baik pemerintah tersebut ditolak oleh warga bantaran kali.

Jokowi mengaku sudah menyiapkan jurus penangkal bila ternyata masih ada penolakan warga saat relokasi terjadi. Begitu digusur, kata dia, bantaran kali yang selama ini menjadi tempat tinggal warga akan langsung dibangun turap agar tidak bisa ditempati lagi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Megapolitan
Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Megapolitan
Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X