Begini Gaya Ahok Pantau Kirab Jokowi

Kompas.com - 20/10/2014, 15:02 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memantau kirab Presiden-Wakil Presiden Jokowi-JK dari Bunderan HI-Istana Merdeka. KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memantau kirab Presiden-Wakil Presiden Jokowi-JK dari Bunderan HI-Istana Merdeka.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menghadiri pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali bekerja di kantornya, di Balaikota Jakarta.

Ternyata, setibanya di Balaikota, Basuki tak langsung menuntaskan berbagai tugasnya. Dia malahmemantau aksi pawai kirab perayaan Jokowi-JK dengan menggunakan andong dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Istana Merdeka.


Basuki yang telah mengganti jasnya dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru itu terlihat menopangkan dagunya dengan tangan kanannya. Basuki tampak serius memantau berita mantan pendampingnya di Jakarta itu yang ditampilkan di sebuah televisi berukuran 42 inci yang terletak di samping kanan Basuki.

Meja Basuki yang biasanya penuh dengan dokumen disposisi kali ini terlihat rapi. Di mejanya, hanya terdapat arsip disposisi yang tersusun di sebuah map berwarna kuning. 

 
Setelah melakukan kirab sepanjang Bundaran HI-Istana Merdeka, Jokowi-JK kemudian diterima SBY dan Ani Yudhoyono. Jokowi-JK disambut dengan penyambutan ala militer.

Setelah menyampaikan pidato di Istana Merdeka, rencananya Jokowi-JK akan menyampaikan pidato kerakyatan dan bergabung di Syukuran Rakyat di Monas. Setelah itu, Jokowi-JK akan kembali ke Istana untuk melakukan telekonferensi dan menerima tamu kenegaraan. Malam harinya, Jokowi-JK akan kembali ke Monas, melepas lampion, dan bergabung di konser Syukuran Rakyat. 

 


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X