Ahok Curhat Digosipkan Ingin Robohkan Masjid di Hadapan Siswa SD

Kompas.com - 29/10/2014, 15:36 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbagi pengalamannya tentang sanitasi di Jakarta kepada siswa SD, di Balairung, Balaikota, Selasa (28/10/2014) KOMPAS.COM/KURNIASARI AZIZAHPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbagi pengalamannya tentang sanitasi di Jakarta kepada siswa SD, di Balairung, Balaikota, Selasa (28/10/2014)
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menumpahkan curahan hati (curhat)-nya di hadapan siswa-siswi SD dalam acara Hari Anak Jakarta Membaca 2014, di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).

Ia mengimbau siswa-siswi itu untuk tidak mudah menerima informasi dan gosip yang beredar ke publik. Menurut dia, lebih baik, siswa-siswi ditumbuhkan minat baca sejak kecil. [Baca: Nasib Masjid Amir Hamzah TIM Kini...]

"Jangan dengar gosip dari BlackBerry, bahkan orang dewasa pun enggak baca, hanya dengar-dengar gosip saja. Misalnya, katanya Ahok (Basuki) mau merobohkan masjid di TIM. Pada dengar enggak ada gubernur non-Muslim mau merobohkan masjid yang sudah dibangun sejak zaman Ali Sadikin?" kata Basuki, di Cikini.

Dia memastikan masjid yang berada di dalam Kompleks TIM, Cikini, itu tidak akan dirobohkan. DKI hanya akan merenovasi serta memperbesar tempat ibadah umat Muslim tersebut. [Baca: Melihat Masjid Amir Hamzah TIM Setelah Dibongkar]

Menurut Basuki, gosip dan informasi yang tidak jelas itu biasanya dimunculkan oleh segelintir oknum politik demi mencapai tujuannya. Pria yang akrab disapa Ahok itu kemudian menjelaskan kepada siswa-siswi SD itu untuk terus membudayakan membaca.

Dengan modal membaca itu, kata dia, seseorang dapat menjadi pejabat yang berkompeten. Sama seperti yang Basuki lakukan. Setiap pagi hari sebelum berangkat bekerja, Basuki selalu menyempatkan diri untuk membaca seperti yang diamanatkan oleh sang ayah, Indra Tjahaja Purnama. [Baca: Pemprov DKI: Masjid Amir Hamzah di TIM Bukan Situs Bersejarah]

"Bapak saya bilang begini, jam dinding tidak berdetak artinya jamnya mati, kalau orang enggak mau belajar dan baca, ya berarti mati. Bapak saya kasih saya nama Ahok. 'Hok' itu artinya belajar. Jadi, bapak saya kasih saya nama Bang Hok itu artinya puluhan ribu kali belajar," ujar Basuki lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budaya membaca itu juga sebagai persiapan Indonesia bersaing dalam Komunitas Asia Tenggara 2015 dan bonus demografi pada medio tahun 2025-2028. Apabila tidak dipersiapkan dengan baik, demografi itu menjadi kutukan dan Indonesia tidak bisa bersaing dengan negara lain.

"Kalau enggak suka baca, ngomong doang, ya kayak anggota DPR itu suka berantem teriak-teriak. Itu karena mereka enggak suka baca," kata Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turap Sepanjang 150 Meter di Aliran Kali Pulo Nangka Kayu Putih Longsor

Turap Sepanjang 150 Meter di Aliran Kali Pulo Nangka Kayu Putih Longsor

Megapolitan
Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Ruko Bekasi

Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Ruko Bekasi

Megapolitan
Ludes Terbakar, 16 Kios Pedagang Pasar Kayu Jati Rawamangun Dipindahkan

Ludes Terbakar, 16 Kios Pedagang Pasar Kayu Jati Rawamangun Dipindahkan

Megapolitan
32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

Megapolitan
Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Megapolitan
Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Megapolitan
Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Megapolitan
Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Megapolitan
Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Megapolitan
Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Megapolitan
46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

Megapolitan
Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Megapolitan
Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Megapolitan
Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.