Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2014, 12:08 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — MA, pemuda yang menghina Joko Widodo, telah diantar pulang oleh kepolisian, Senin (3/11/2014) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Pol Boy Rafli Amar mengatakan, alasan pemulangan MA lebih awal ialah karena administrasi terkait MA telah selesai.

"Mengingat proses pemeriksaan telah terpenuhi segala kelengkapan formil dan materiil, terhitung sejak hari ini polisi telah memberikan status penangguhan penahanan terhadap MA," ujar Boy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/11/2014).

Boy menambahkan, kepolisian mengantar MA sampai ke rumah karena ingin memastikan penghina Jokowi itu sampai di rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur, dengan selamat.

Boy menambahkan, pihak kepolisian telah menerima surat permohonan penangguhan penahanan terhadap MA pada 28 Oktober 2014. Surat tersebut diajukan oleh orangtua MA dan kuasa hukumnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, kedua orangtua MA berencana mendatangi Mabes Polri terkait penangguhan penahanan terhadap MA. Namun, ternyata, MA telah dipulangkan oleh pihak kepolisian lebih awal, yakni sekitar pukul 07.30 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honda Civic Hilang Kendali lalu Tabrak Gerobak Dagangan Makanan, 5 Orang Jadi Korban

Honda Civic Hilang Kendali lalu Tabrak Gerobak Dagangan Makanan, 5 Orang Jadi Korban

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Megapolitan
BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

Megapolitan
Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Megapolitan
Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Megapolitan
BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Megapolitan
Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Megapolitan
Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Megapolitan
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Megapolitan
Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Megapolitan
Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Megapolitan
Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.