Ahok Setujui Upah Buruh di DKI pada 2015 Minimal Rp 2,7 Juta

Kompas.com - 14/11/2014, 21:00 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi pembicara dalam diskusi kepemimpinan, di Balai Agung, Balaikota, Senin (3/11/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPlt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi pembicara dalam diskusi kepemimpinan, di Balai Agung, Balaikota, Senin (3/11/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan telah menyetujui besaran upah minimum provinsi (UMP) DKI pada 2015 adalah Rp 2,7 juta.

Angka itu mengacu pada salah satu opsi rekomendasi UMP dari Dewan Pengupahan DKI berdasarkan usulan pemerintah dan didukung pengusaha senilai Rp 2.693.764,40.

"Saya pilih (UMP) yang sesuai KHL (kebutuhan hidup layak) DKI 2014 senilai Rp 2,538 juta. (Dari rekomendasi) bulatkan ke atas jadi Rp 2,7 juta," kata Basuki, di Balaikota, Jumat (14/11/2014).

Basuki mengatakan surat keputusan Gubernur DKI untuk penetapan UMP 2015 DKI sekarang masih dalam tahap proses verbal untuk ditandatangani satuan kerja perangkat daerah terkait dan Sekretaris Daerah DKI Saefullah.

Bagi Basuki, tak ada masalah bila UMP 2015 DKI lebih sedikit dibandingkan Upah Minimum Kabupaten Kota Bekasi senilai Rp 2,954 juta. "Saya tidak peduli lingkungannya seperti apa, tekanannya seperti apa. Yang penting nilai KHL-nya berapa, dan ada rumusnya untuk menghitung menjadi UMP," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Pengupahan DKI mengajukan dua versi nominal UMP kepada Basuki. Dewan Pengupahan dari unsur serikat pekerja atau buruh mengajukan UMP senilai Rp 3.574.179,36.

Adapun pemerintah dan pengusaha mengajukan UMP dengan rumusan nilai KHL 2014 Rp 2.538.174,31 ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 6,13 persen menjadi Rp 2,693 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Gelapkan Aset Rp 30 Miliar, Pemilik Perusahaan Culik dan Aniaya Direktur

Dituduh Gelapkan Aset Rp 30 Miliar, Pemilik Perusahaan Culik dan Aniaya Direktur

Megapolitan
Museum dan Gedung Pertunjukan Seni Budaya di Jakarta Mulai Dibuka Lagi

Museum dan Gedung Pertunjukan Seni Budaya di Jakarta Mulai Dibuka Lagi

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Sita 144 Ton Ganja dari Ladang di Mandailing Natal

Polres Jakarta Barat Sita 144 Ton Ganja dari Ladang di Mandailing Natal

Megapolitan
Fakta Pelecehan oleh Lurah di Bekasi, Pelaku Sebut Bercanda hingga Korban Mengaku Dikunci

Fakta Pelecehan oleh Lurah di Bekasi, Pelaku Sebut Bercanda hingga Korban Mengaku Dikunci

Megapolitan
Hari Ini, 86 Aparat Polres Jakbar Terima Vaksinasi Covid-19

Hari Ini, 86 Aparat Polres Jakbar Terima Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Jalani Vaksinasi, Target 4.300 Orang

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Jalani Vaksinasi, Target 4.300 Orang

Megapolitan
Soal Hasil Kajian Penjualan Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI: Begitu Ada Permintaan Resmi, Kami Kirim

Soal Hasil Kajian Penjualan Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI: Begitu Ada Permintaan Resmi, Kami Kirim

Megapolitan
LRT Jakarta Buka Lowongan Pekerjaan untuk 12 Posisi, Ini Panduan Cara Mendaftar

LRT Jakarta Buka Lowongan Pekerjaan untuk 12 Posisi, Ini Panduan Cara Mendaftar

Megapolitan
Pencuri di Perumahan Mewah di Tangsel Ditembak Polisi, Satu Pelaku Kabur

Pencuri di Perumahan Mewah di Tangsel Ditembak Polisi, Satu Pelaku Kabur

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Komentari Status Lahan Rumah DP Rp 0 Terkait Dugaan Korupsi

Pemprov DKI Enggan Komentari Status Lahan Rumah DP Rp 0 Terkait Dugaan Korupsi

Megapolitan
Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Megapolitan
Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Megapolitan
Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X