Restoran Bakmi di Gondangdia Terbakar, Arus Lalu Lintas Macet Panjang

Kompas.com - 04/12/2014, 20:22 WIB
Rumah makan terbakar di Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014) malam. Kompas.com/Ican IhsannuddinRumah makan terbakar di Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014) malam.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah rumah makan terbakar di Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014) malam. Kebakaran diduga disebabkan tabung gas yang meledak.

"Dugaan sementara, ada tabung gas yang meledak," kata Herianto, salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi.

Pukul 19.50 WIB, api berhasil dipadamkan. Namun, jalan sempat ditutup dan menyebabkan kemacetan panjang. Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. "Untungnya ini di pinggir jalan besar, jadi mudah aksesnya," ujar Herianto.

Eti, saksi mata yang berada di lokasi kejadian, mengatakan, rumah makan yang menjual bakmi itu mulai dilalap api sekitar pukul 19.00 WIB. Api langsung membesar, dan terdengar ledakan cukup keras.

Sekitar dua puluh menit kemudian, kata dia, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Api langsung bisa dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, rumah makan telanjur hangus. Dua motor yang teparkir di trotoar depan rumah makan juga ikut dilalap api.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X