Bandara Soekarno-Hatta Kian Memprihatinkan

Kompas.com - 06/12/2014, 12:00 WIB
Pemudik memadati Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (1/8/2013). Memasuki H-7 Lebaran, arus penumpang yang melakukan perjalanan mudik mulai meningkat di bandar udara serta sejumlah terminal bus dan stasiun di Jakarta. KOMPAS / FERGANATA INDRA RIATMOKOPemudik memadati Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (1/8/2013). Memasuki H-7 Lebaran, arus penumpang yang melakukan perjalanan mudik mulai meningkat di bandar udara serta sejumlah terminal bus dan stasiun di Jakarta.
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kondisi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi gerbang utama negara kian memprihatinkan. Selama tiga hari terakhir, kebakaran panel listrik di Terminal 2F bandara tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas terganggu. Pengelola bandara dinilai telah melakukan kelalaian dalam perawatan bandara.

Kebakaran panel listrik di Terminal 2F, yang menjadi terminal penerbangan domestik, Rabu (3/12) dini hari lalu, menyebabkan sejumlah fasilitas, seperti pendingin ruangan, meja check in, dan lampu penerangan, tak berfungsi dengan baik.

Gangguan itu terjadi hingga Jumat (5/12) pagi. Perbaikan panel listrik tersebut belum selesai hingga Jumat pukul 05.15. Akibatnya, penumpang yang akan check in harus melewati area
sinar-X untuk pemeriksaan barang penumpang dalam kondisi gelap.

Terganggunya sejumlah fasilitas akibat kebakaran panel listrik itu menambah sejumlah masalah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berdasarkan pantauan Kompas dalam beberapa bulan terakhir, ditemukan sejumlah pengalaman tidak menyenangkan di Terminal 2 bandara tersebut, yang juga menjadi terminal kedatangan dan keberangkatan penerbangan internasional.

Pengalaman tak menyenangkan itu terjadi akibat adanya gangguan pada sistem check in yang menyebabkan antrean panjang dan lama, sistem penyejuk udara yang kurang dapat menyejukkan, sistem gerbang pemeriksaan paspor otomatis (autogate) yang rusak, pedagang dan taksi ilegal, hingga sistem pengambilan bagasi yang lama dan tak teratur.

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, bahkan menyebut kualitas pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak sesuai dengan kelasnya sebagai bandara internasional.
Tak sesuai

”Bandara ini tak sesuai dengan kelasnya sebagai bandara internasional. Berulang kali listrik putus, kali ini bahkan sampai tiga hari berturut-turut,” ujar Tulus saat dihubungi Jumat malam.

Tulus mengingatkan, setiap calon penumpang pesawat sudah dibebani airport tax. Dengan memenuhi kewajiban itu, penumpang seharusnya mendapatkan pelayanan yang maksimal. Namun, yang didapatkan justru pelayanan yang tidak standar.

Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo menduga ada kelalaian pengelola dalam hal perawatan sejumlah fasilitas di bandara tersebut. Menurut Dudi, pengelola bandara tidak boleh meremehkan perawatan setiap fasilitas bandara meski itu hanya lampu. Hal itu karena akan terkait dengan keselamatan penerbangan secara keseluruhan.

”Semua fasilitas di bandara itu pasti ada umur pakainya, ada lifetime-nya. Lampu, misalnya, kalau lifetime-nya 1 tahun, harus diganti setelah 1 tahun sebelum lampu mati,” ujar Dudi.

Tulus mengusulkan agar manajemen bandara segera mengaudit instalasi listriknya. Masalah terbaru ini menunjukkan fasilitas kelistrikan di Bandara Soekarno-Hatta sudah tak memenuhi syarat kelayakan.

Manajer Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan mengatakan, setelah perbaikan dilakukan bertahap, fasilitas di Terminal 2F berangsur normal.

Menurut Yudis, kebakaran panel listrik itu tidak mengganggu operasional 1.200 penerbangan per hari dan tidak berdampak pada Terminal 2D dan 2E. (PIN/ARN/DHF/NEL)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Megapolitan
Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Megapolitan
Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Pukul 20.00 WIB

PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Megapolitan
Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Megapolitan
500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

Megapolitan
Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Megapolitan
Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Megapolitan
PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

Megapolitan
Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Megapolitan
Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X