Kompas.com - 13/12/2014, 09:20 WIB
ILUSTRASI KOMPASILUSTRASI
Penulis Jessi Carina
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya akan melakukan Operasi Cipta Kondisi untuk mengatasi tindak kejahatan di jalanan, seperti penodongan, penjambretan, ataupun pencopetan, yang sering terjadi.

"Ini terutama di perempatan jalan dan angkutan umum," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto ketika dihubungi, Sabtu (13/12/2014).

Pada operasi ini, polisi akan memburu penjambret yang sering beraksi di jalanan. Polisi akan menyiapkan personelnya untuk ditempatkan di titik rawan kejahatan, seperti pusat kemacetan, perempatan jalan, dan juga tempat ramai lainnya.

Selain itu, polisi juga akan melakukan razia untuk memburu pelaku kejahatan di jalan ini. Apabila pelaku kejahatan tertangkap dan terbukti membahayakan masyarakat, polisi akan bertindak tegas. Tindakan terhadap pelaku kejahatan di jalan disesuaikan dengan jenis kejahatannya dan hukum yang berlaku.

"Kalau memang mereka merampok, mengambil barang orang lain, kemudian menganiaya sampai terluka berat atau meninggal dunia, tentunya sanksi hukumnya lebih berat lagi," ujar Rikwanto.

Operasi Cipta Kondisi ini digelar setelah Polda Metro Jaya selesai melaksanakan Operasi Zebra beberapa waktu lalu. Dua operasi ini digelar untuk mempersiapkan Operasi Lilin nanti.

Operasi Lilin merupakan operasi pengawasan hari raya Natal dan Tahun Baru. Selain merupakan program rutin kepolisian, Operasi Cipta Kondisi juga dilaksanakan karena semakin maraknya tindak kejahatan di jalanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari lalu, misalnya, seorang pelajar SMA ditusuk di dalam Metromini 52 jurusan Kampung Melayu-Cakung. Korban yang bernama Faza Candikya Dhanadi (16) ditusuk karena menolak menyerahkan ponselnya kepada penodong di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ada pula seorang residivis yang tertangkap seusai menjambret ibu yang sedang membeli jajanan gorengan di Jalan Raden Saleh, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (11/12/2014). Pelaku pun berhasil ditangkap dan babak belur akibat dihajar massa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadishub Depok Akui Ganjil Genap di Margonda Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Depok Akui Ganjil Genap di Margonda Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.