5 Pekerja JIS Ajukan Pleidoi, Minta Hakim Vonis yang Adil

Kompas.com - 17/12/2014, 17:44 WIB
Terdakwa kasus kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS), Syahrial hendak menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2014). KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOTerdakwa kasus kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS), Syahrial hendak menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Lima pegawai alih daya dari sekolah Jakarta International School (JIS) yang menjadi terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap AK (6) bocah taman kanak-kanak (TK) sekolah tersebut menjalani sidang dengan agenda pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2014).

Pada pledoi mereka, para terdakwa meminta agar majelis hakim memberikan vonis seadil-adilnya. Hal ini disampaikan Patra M Zen, kuasa hukum para terdakwa, usai menjalani sidang tertutup salah satu terdakwa tersebut.

"Permohonan ke majelis hakim bahwa terdakwa itu nanti akan diberikan putusan yang seadil-adilnya," kata Patra di PN Jaksel, Rabu sore.

Pledoi yang diajukan para kliennya itu, lanjut Patra, setebal 324 halaman. Pledoi di antaranya berisi bukti-bukti dan fakta persidangan yang diklaim pihaknya.

"Semua bukti kami ajukan. Kami lampirkan bisa dilihat ada surat dari para terdakwa, dan yang menandatangi mereka," ujar Patra.

Misalnya, Patra mengatakan pihaknya melampirkan foto mengenai jasad Azwar, salah satu tersangka kasus dugaan pelecehan yang meninggal dalam tahanan polisi. Pihak kuasa hukum menduga, ada kekerasan saat pemeriksaan di balik kematian Azwar. Selain itu, dilampirkan pula hasil pemeriksaan medis terhadap anus korban.

"Dalam hasil visum, teman-teman bisa lihat, jelas tegas bahwa anusnya (korban) normal," ujar Patra. "Semua bukti yang ada kami serahkan, kami harap (majelis memutus) seadil-adilnya," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Megapolitan
4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Megapolitan
Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Megapolitan
Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X