Bima Arya Buka Layanan Pengaduan untuk Warga Bogor - Kompas.com

Bima Arya Buka Layanan Pengaduan untuk Warga Bogor

Kompas.com - 15/01/2015, 11:01 WIB
KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Usmar Hariman saat meninjau kantor pegawai Balaikota Bogor, Jawa Barat, 8 April 2014. Hari pertama bertugas sebagai wali kota, Bima Arya melakukan apel pagi di Plaza Balaikota, meninjau kantor pegawai dan sejumlah lokasi, antara lain Puskesmas Bogor Timur.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bogor membuka layanan pengaduan melalui SMS online dan call center. Melalui dua layanan itu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dalam tahap uji coba ini, pelayanan pengaduan masyarakat belum bisa diakses selama 24 jam. Pengaduan baru bisa dilakukan saat jam kerja, mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

"Tapi ke depannya akan dilakukan selama 24 jam," katanya, disela-sela launching SMS dan Call Centre pengaduan di Balaikota Bogor, Rabu (14/1/2015)

Bima menjelaskan, layanan pengaduan ini bertujuan agar Balaikota Bogor bisa bisa lebih deket dengan warga. Selain itu, kinerja juga bisa lebih cepat. Dan yang lebih penting, warga bisa membantu mengawasi perkembangan Kota Bogor.

Bima menambahkan, nantinya, setiap pengaduan akan ditampung dan di-follow up oleh SKPD terkait. Jika dalam waktu tiga hari belum ada tindakan, Wali Kota akan langsung melakukan konfirmasi ke dinas yang bersangkutan.

"Nantinya akan ada notification ke HP saya, jika belum ada tindakan saya akan langsung menegur dinas yang terkait," kata Bima.

Layanan pengaduan ini, lanjut Bima, sementara masih dikenakan biaya reguler. Tapi, dia meminta Diskominfo Kota Bogor untuk segera menggratiskan layanan pengaduan ini.

Sejak layanan ini dibuka pukul 14.00 WIB, sudah 21 SMS keluhan. Salah satunya SMS keluhan dari Rafik, Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, yang mengirim SMS 'tolong rapikan parkir liar di regina pacis. Karena itu biang kemacetan'.

Menurut Rafik (28), sebaiknya call center dikenakan biaya, misalnya Rp 500 per sekali pengaduan. "Agar call center ini tidak dijadikan wadah orang iseng yang mengirim SMS atau pengaduan," ujar pria yang bekerja di perusahaan swasta ini. (Soewidia Henaldi)


EditorAna Shofiana Syatiri

Close Ads X