Kompas.com - 21/02/2015, 21:14 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sudah berangsur kondusif, Sabtu (21/2/2015) malam ini. Hanya terlihat sedikit pengunjung hotel yang berlalu lalang di lobi maupun di halaman hotel, pascakebakaran yang menimpa Restoran C's, di lantai 4 Hotel Hyatt, Sabtu petang.

Meskipun demikian, bau gosong bekas kebakaran pun masih sangat kuat tercium. Beberapa anak tamu yang berada di halaman hotel pun terlihat menggunakan masker, ada pula tamu yang mengibaskan tangan di depan hidung mereka. 

Salah seorang tamu hotel, Eddi Wijaya (42) mengaku ia bersama dua anggota keluarganya panik ketika alarm hotel tanda kebakaran berbunyi. Petang itu, kebetulan ia beserta anak dan istrinya akan beranjak ke luar untuk makan malam. "(Kami) Panik lah, langsung turunnya lewat tangga. Karena kalau pakai lift, kan bahaya, untung kami tidak sedang berada di kamar tidur," kata Eddi, saat ditemui di Hotel Grand Hyatt. 

Saat itu, tidak hanya keluarganya yang panik menyelamatkan diri. Melainkan juga tamu lain, khususnya pengunjung Restoran C's.

Pria asal Lampung yang sedang berlibur Imlek itu juga memasangkan masker ke putrinya. "Ya daripada menghirup asap berbahaya, tapi untung cepat padam kebakarannya," ujar dia. 

Sementara itu pihak Hotel Grand Hyatt enggan memberi keterangan. Pihak hotel pun tidak mengizinkan wartawan untuk mengambil gambar maupun masuk ke dalam hotel. "Tidak boleh (ambil foto), mbak," kata staf keamanan hotel Hyatt, Eko Adit, dengan nada ketus. 

Petugas piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Maful Apnyari mengatakan kebakaran diakibatkan oleh kebocoran gas yang terjadi di Restoran 'C's' ang berada di lantai 4 hotel tersebut. Kebakarannya berlangsung dari pukul 17.22 WIB sampai pukul 17.40 WIB dan telah dipadamkan.

Sudin Damkar Jakpus menurunkan sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran yang masing-masingnya berisi 5 orang personel. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Begitu pula tamu hotel tidak ada yang sampai dievakuasi.

Adapun kebakaran, kata Maful, hanya terlokalisir di dapur restoran yang berukuran 17 x 6 meter itu. "Proteksi kebakaran di Hotel Grand Hyatt sudah cukup bagus. Alat sprinkler system-nya bekerja," ujar Maful.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Ungkap Alasan Sopir Truk Cabut Laporan terhadap Wakil Ketua DPRD Depok

Polisi Ungkap Alasan Sopir Truk Cabut Laporan terhadap Wakil Ketua DPRD Depok

Megapolitan
BERITA FOTO: Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan RS Toto Tentrem

BERITA FOTO: Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan RS Toto Tentrem

Megapolitan
Imbas Adanya Pulau G, Rute Melaut Nelayan Muara Angke Jadi Lebih Jauh

Imbas Adanya Pulau G, Rute Melaut Nelayan Muara Angke Jadi Lebih Jauh

Megapolitan
Anies Pastikan Taman Ismail Marzuki Tak Akan Dikomersialisasikan

Anies Pastikan Taman Ismail Marzuki Tak Akan Dikomersialisasikan

Megapolitan
Martabak Pecenongan 65A, Sang Legendaris Pencetus Varian Baru Berbagai Rasa...

Martabak Pecenongan 65A, Sang Legendaris Pencetus Varian Baru Berbagai Rasa...

Megapolitan
Komisi D Minta Pemprov DKI Jelaskan Perbedaan Konsep Perluasan Daratan dan Reklamasi

Komisi D Minta Pemprov DKI Jelaskan Perbedaan Konsep Perluasan Daratan dan Reklamasi

Megapolitan
DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Kunker ke Luar Negeri, PSI: Tak Punya Empati di Tengah Penderitaan Rakyat

DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Kunker ke Luar Negeri, PSI: Tak Punya Empati di Tengah Penderitaan Rakyat

Megapolitan
Jalan Mochammad Yamin Kota Tangerang Terendam Banjir akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Tersendat

Jalan Mochammad Yamin Kota Tangerang Terendam Banjir akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Pemprov DKI Berencana Bentuk BUMD untuk Kelola Taman Ismail Marzuki

Pemprov DKI Berencana Bentuk BUMD untuk Kelola Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Lakukan Kunker ke Luar Negeri

DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Lakukan Kunker ke Luar Negeri

Megapolitan
Penyelidikan Dugaan Penipuan Jual-Beli Emas di Kebayoran Lama Dihentikan, Pelapor Minta Klarifikasi

Penyelidikan Dugaan Penipuan Jual-Beli Emas di Kebayoran Lama Dihentikan, Pelapor Minta Klarifikasi

Megapolitan
Momen Wakil Ketua DPRD Depok Jabat Tangan dan Rangkul Sopir Truk yang Disuruhnya 'Push Up'...

Momen Wakil Ketua DPRD Depok Jabat Tangan dan Rangkul Sopir Truk yang Disuruhnya "Push Up"...

Megapolitan
Anies Masukkan Sumur Resapan Pengendali Banjir ke Pergub RDTR

Anies Masukkan Sumur Resapan Pengendali Banjir ke Pergub RDTR

Megapolitan
Pembangunan Rukan Diduga Jadi Penyebab Banjir di Puskesmas Rawa Buntu, Wali Kota Tangsel: Kami Sudah Panggil Kontraktornya

Pembangunan Rukan Diduga Jadi Penyebab Banjir di Puskesmas Rawa Buntu, Wali Kota Tangsel: Kami Sudah Panggil Kontraktornya

Megapolitan
Ini Pernyataan yang Bikin Saksi Kasus Indra Kenz Diceramahi Hakim di Persidangan

Ini Pernyataan yang Bikin Saksi Kasus Indra Kenz Diceramahi Hakim di Persidangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.