Kompas.com - 16/03/2015, 15:32 WIB
EditorKistyarini

Handayani menjelaskan, saat ini, jumlah pengguna angkutan umum di Ibu Kota kurang dari 10 persen. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi menyebabkan di pagi hari sebuah mobil hanya bisa melaju dengan kecepatan 10 kilometer per jam.

Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kereta massal cepat (MRT), membangun jalan raya, dan membenahi angkutan umum. Tahap pertama pembangunan MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia diprediksi selesai pada 2018.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kawasan yang mengadopsi tata ruang campuran transit oriented development (TOD). Kawasan itu dibangun untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi karena angkutan umum akan terhubung langsung dengan lokasi tujuan. Salah satu lokasi TOD yang disiapkan adalah Stasiun MRT Dukuh Atas. Stasiun akan terhubung langsung dengan gedung perkantoran.

Namun, dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan, Pemprov DKI kerap menghadapi masalah. Pembelian bus umum untuk mengganti bus lama yang rusak, misalnya, terkendala masalah sumber daya manusia dalam proses tender.

Pembangunan MRT terkendala pembebasan lahan. Saat ini, baru 30,07 persen luas lahan dari total kebutuhan lahan MRT yang dibebaskan (Kompas, 15/1).

Kerja sama

Untuk mengatasi banjir, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah program, antara lain normalisasi Sungai Ciliwung dan meningkatkan ruang terbuka hijau.

Menurut Handayani, untuk mencapai target pembangunan Jakarta 2030, misalnya, disiapkan anggaran pembangunan Waduk Ciawi di Jawa Barat.

Executive Director New Cities Foundation Mathieu Lefevre mengatakan, untuk membangun sebuah kota, kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta diperlukan. "Kerja sama itu tak sebatas pembahasan tender pengadaan barang, tetapi menyangkut visi pembangunan kota ke depan," kata Mathieu.

Menurut dia, pembangunan sebuah kota seharusnya direncanakan setidaknya untuk 20 tahun ke depan. Selain itu, kepastian aturan juga diperlukan. Peraturan yang kerap berubah- ubah menyulitkan pengusaha untuk berinvestasi. (DENTY PIAWAI NASTITIE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lorong Sepi di Plaza Semanggi, Mal Primadona di Jantung Kota yang Semakin Ditinggalkan Pengunjung...

Lorong Sepi di Plaza Semanggi, Mal Primadona di Jantung Kota yang Semakin Ditinggalkan Pengunjung...

Megapolitan
Polisi Umumkan Motif dan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres Jumat Ini

Polisi Umumkan Motif dan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres Jumat Ini

Megapolitan
Polda Metro Akhirnya Simpulkan Motif dan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres

Polda Metro Akhirnya Simpulkan Motif dan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres

Megapolitan
Usai Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Mengaku Banyak Parpol 'PDKT'

Usai Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Mengaku Banyak Parpol "PDKT"

Megapolitan
Pemotor Tewas Tertabrak KRL di Mangga Dua Raya, Sudah Diteriaki Petugas tapi Dihiraukan

Pemotor Tewas Tertabrak KRL di Mangga Dua Raya, Sudah Diteriaki Petugas tapi Dihiraukan

Megapolitan
Michael Sianipar Mundur, Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Jakarta

Michael Sianipar Mundur, Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Jakarta

Megapolitan
Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Beralih Dukung Anies Baswedan?

Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Beralih Dukung Anies Baswedan?

Megapolitan
Purnawirawan TNI Tewas Tertabrak Mobil Ngebut di Jakarta Timur

Purnawirawan TNI Tewas Tertabrak Mobil Ngebut di Jakarta Timur

Megapolitan
Saat Kebocoran Gas Mengancam Berbagai Tempat Usaha di Jakarta

Saat Kebocoran Gas Mengancam Berbagai Tempat Usaha di Jakarta

Megapolitan
Ditegur karena Tenggak Miras, Sekelompok Tamu Pernikahan Serang Warga Tambun Utara

Ditegur karena Tenggak Miras, Sekelompok Tamu Pernikahan Serang Warga Tambun Utara

Megapolitan
Paman Korban Curiga Balita yang Tewas di Apartemen Kalibata City Juga Sering Dianiaya Ibunya

Paman Korban Curiga Balita yang Tewas di Apartemen Kalibata City Juga Sering Dianiaya Ibunya

Megapolitan
Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Bicara Soal Konsisten Jadi Oposisi Anies

Mundur dari PSI, Michael Victor Sianipar Bicara Soal Konsisten Jadi Oposisi Anies

Megapolitan
Galah untuk Usir Monyet Malah Kena Sarang Tawon, Warga di Cibubur Alami Bengkak-bengkak

Galah untuk Usir Monyet Malah Kena Sarang Tawon, Warga di Cibubur Alami Bengkak-bengkak

Megapolitan
Potret Kedekatan Mantan Ketua DPW PSI Victor Sianipar dengan Anies Baswedan meski Jadi Oposisiā€¦

Potret Kedekatan Mantan Ketua DPW PSI Victor Sianipar dengan Anies Baswedan meski Jadi Oposisiā€¦

Megapolitan
PT KAI: Tiket Kereta Api untuk Natal dan Tahun Baru Masih Banyak Tersedia, Ada 618.560

PT KAI: Tiket Kereta Api untuk Natal dan Tahun Baru Masih Banyak Tersedia, Ada 618.560

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.