Kompas.com - 06/04/2015, 14:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Rabu (25/3/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Rabu (25/3/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun mendapat sorotan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan melepas saham DKI kepada PT Delta Djakarta, Tbk. Menurut Basuki, tidak ada yang salah dari produksi dan penjualan bir serta minuman beralkohol. Selain itu, PT Delta Djakarta merupakan BUMD sehat yang memberi banyak pendapatan asli daerah (PAD) kepada DKI. 

"Kami punya saham, lanjut saja. Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring-lah, atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir, lho," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (6/4/2015). 

Menurut dia, penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol tidak memengaruhi PAD yang didapatkan DKI dari PT Delta Djakarta.

Kendati demikian, DKI tetap akan mengikuti peraturan pemerintah pusat tersebut untuk tidak lagi menjual minuman keras per 16 April 2015.

Kata Basuki, jika penjualan miras dilarang, akan lebih banyak kasus penyelundupan maupun penjualan secara ilegal.

"Mau kembali ke zaman Al Capone? Dulu film Godfather, bir enggak boleh diperjualbelikan di Amerika, akhirnya di bagasi mobil Al Capone itu jualan bir semua. Banyak orang yang mati gara-gara gituan, pas dibuka (bagasinya) banyak yang mati. Jadi logikanya di mana, kamu melarang (peredaran bir) itu. Kalau enggak boleh jual alkohol, ya sudah, kalau begitu kamu enggak boleh minum obat batuk, kan alkohol juga itu," kata pria yang biasa disapa Ahok itu. 

Sebelumnya Kemendagri mempertanyakan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang masih menargetkan pendapatan dari pajak penjualan minuman keras (miras) oleh PT Delta Djakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal (Dirjen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan, seharusnya DKI sudah tidak mencantumkan proyeksi pendapatan dari miras karena Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sudah melarang penjualan minuman beralkohol. 

"Pak Gubernur, kami catat sudah tidak boleh terima retribusi dan pendapatan dari izin tempat penjualan miras lagi. Tetapi, kenapa masih mencantumkan target pendapatan Rp 1,3 triliun? (di Rapergub RAPBD 2015), padahal sudah dilarang," kata Reydonnyzar. [Baca: Kemendagri: Kenapa Pak Ahok Masih Targetkan Pendapatan dari Miras?]

Pemprov DKI diketahui memiliki saham sebesar 26,25 persen di BUMD PT Delta Djakarta. Perusahaan daerah ini merupakan pemegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional, seperti Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout. 

PT Delta Djakarta termasuk BUMD yang sehat karena memberi laba bagi kas daerah DKI Jakarta. Bahkan, berulang kali BUMD tersebut menyumbang banyak pemasukan dibanding dengan BUMD besar lainnya, seperti PD Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo.

Seperti contohnya pada tahun 2012, PT Delta Djakarta masuk ke dalam tiga besar BUMD penyumbang PAD terbesar bagi DKI, yaitu sebesar Rp 48.346.161.000. 

Sementara itu, pada tahun 2014, PT Delta Djakarta menyumbang sebanyak Rp 50 miliar kepada kas daerah. PT Jakpro, BUMD yang dimiliki Pemprov DKI dan memiliki 99 persen saham mayoritas, hanya menyumbang sebanyak Rp 25 miliar.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Tak Ada Lagi Pungli di Tanjung Priok | Fase Genting Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Tak Ada Lagi Pungli di Tanjung Priok | Fase Genting Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Fakta Eks Bos Garuda Indonesia Divonis Setahun Penjara Selundupkan Harley dan Brompton

Fakta Eks Bos Garuda Indonesia Divonis Setahun Penjara Selundupkan Harley dan Brompton

Megapolitan
Fakta Kasus Anji: Ditangkap di Studio hingga Tes Urine Positif Pakai Ganja

Fakta Kasus Anji: Ditangkap di Studio hingga Tes Urine Positif Pakai Ganja

Megapolitan
UPDATE: Tambah 122 Kasus Covid-19 di Depok, 2.167 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 122 Kasus Covid-19 di Depok, 2.167 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Ini Sebaran RT/RW Zona Merah di Jakarta

Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Ini Sebaran RT/RW Zona Merah di Jakarta

Megapolitan
PPDB SD Jalur ABK di Kota Tangerang Masih Dibuka Hari Ini, Berikut Tata Cara dan Syaratnya

PPDB SD Jalur ABK di Kota Tangerang Masih Dibuka Hari Ini, Berikut Tata Cara dan Syaratnya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 259 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 259 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta dan Tangerang Hujan Selepas Tengah Malam Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta dan Tangerang Hujan Selepas Tengah Malam Nanti

Megapolitan
Kisah Azmi Ramadan, Bocah Tanpa Bola Mata yang Pernah Ditipu Penggalang Dana

Kisah Azmi Ramadan, Bocah Tanpa Bola Mata yang Pernah Ditipu Penggalang Dana

Megapolitan
Simak, Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Jakarta untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Simak, Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Jakarta untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
UPDATE: Tambah 61 Kasus di Kota Tangerang, 409 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 61 Kasus di Kota Tangerang, 409 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 bagi Warga 18 Tahun ke Atas di Jakarta Barat

Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 bagi Warga 18 Tahun ke Atas di Jakarta Barat

Megapolitan
Seleksi PPDB SD Jalur Perpindahan Orangtua dan Afirmasi di Kota Tangerang Diumumkan, Berikut Cara Aksesnya

Seleksi PPDB SD Jalur Perpindahan Orangtua dan Afirmasi di Kota Tangerang Diumumkan, Berikut Cara Aksesnya

Megapolitan
Kasus Dugaan Korupsi, Kepala Dinas Damkar Depok Diperiksa Kejari Selasa Ini

Kasus Dugaan Korupsi, Kepala Dinas Damkar Depok Diperiksa Kejari Selasa Ini

Megapolitan
Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X