Kompas.com - 19/04/2015, 14:29 WIB
Antrean calon penumpang KRL Commuter Line di depan loket Stasiun Depok pada hari pertama pemberlakuan sistem tarif berdasarkan jarak, Rabu (1/4/2015) Kompas.com/Alsadad RudiAntrean calon penumpang KRL Commuter Line di depan loket Stasiun Depok pada hari pertama pemberlakuan sistem tarif berdasarkan jarak, Rabu (1/4/2015)
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada perubahan jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line selama berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada 19-24 April 2015.

"KRL beroperasi normal sesuai jadwal," ujar Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhil kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2015).

Ia juga mengungkapkan, KRL justru bisa menjadi alternatif transporasi dengan adanya pengalihan arus lalu lintas. Sebab, pengalihan arus berpotensi mengakibatkan kemacetan di jalan-jalan alternatif.

"KRL bisa jadi alternatif untuk masyarakat, karena headway-nya (jarak waktu perjalanan antarperjalanan), cukup cepat," jelas Fadhil.

Ia memberi contoh headway KRL dari Bogor untuk pagi yakni setiap 5 menit, dan dari Bekasi setiap 15 menit. Headway yang cepat itu pula dapat membuat KRL menampung penumpang yang lebih banyak.

Terkait imbauan Kapola Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono untuk masyarakat memulai aktivitas lebih pagi, Fadhil kembali menyebut KRL bisa menjadi alternatif. Pasalnya, perjalanan KRL dimulai cukup pagi.

Untuk KRL dari Bogor jadwal keberangkatan normalnya yakni mulai pukul 04.00 WIB. Sementara dari Bekasi pukul 5.10 WIB, dan dari Serpong perjalanan KRL dimulai pada 04.40 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Megapolitan
Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

Megapolitan
Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Megapolitan
Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Megapolitan
Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Megapolitan
Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

Megapolitan
Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Megapolitan
Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Megapolitan
Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X