Kompas.com - 25/06/2015, 15:37 WIB
Suasana persidangan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Edy Sulistio yang digugat oleh istrinya sendiri, Lily Elizabeth di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (25/6/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSuasana persidangan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Edy Sulistio yang digugat oleh istrinya sendiri, Lily Elizabeth di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (25/6/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG, KOMPAS.com
 — Perempuan yang menggugat suaminya melakukan kekerasan dalam rumah tangga, LE (42), sempat diminta menurunkan berat badan. ES (50), sang suami, sampai menyewa lima personal trainer agar LE bisa kembali kurus.

LE pun menjalankan program itu. Sebab, jika tidak bisa menurunkan berat badannya yang sempat mencapai 90 kilogram, LE diancam akan diceraikan. Itu terjadi pada tahun 2014.

Atas permintaan ES, LE melakukan latihan rutin di gym (pusat kebugaran) dan berat badannya berhasil turun sekitar 20 kilogram.

Setelah itu, LE malah semakin depresi karena masih didesak ES yang mau berpoligami. Dia akhirnya masuk ke rumah sakit. Saat itu, berat badannya kembali turun karena sakit.

"Waktu itu bisa turun sampai 20 kilogram, tetapi turun 20 kilogram lagi gara-gara depresi," kata LE ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (25/6/2015).

Menurut LE, dia sempat berniat melakukan sedot lemak yang memakan biaya sebesar Rp 300 juta. Namun, usaha LE tidak menyurutkan niat ES untuk menikah lagi dengan terapis muda yang juga pegawai LE.

ES diseret oleh LE ke pengadilan atas kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Hari ini, sidang tersebut sudah ketiga kalinya dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

ES sebagai terdakwa dikenakan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 5 huruf b Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

Megapolitan
Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Megapolitan
PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur

Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.