Ini Tips Mencari Pekerja Infal untuk Bantu Saat Libur Lebaran...

Kompas.com - 16/07/2015, 04:45 WIB
Para pembantu pengganti (infal), menunggu di tempat penyalur jasa tenaga kerja Bu Gito, di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015). Pembantu infal tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Lampung, Pandeglang, dan Bandung. Jelang hari raya Idul Fitri permintaan pembantu infal meningkat, mereka biasanya mendapat bayaran dua kali lipat dari hari biasa. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPara pembantu pengganti (infal), menunggu di tempat penyalur jasa tenaga kerja Bu Gito, di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015). Pembantu infal tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Lampung, Pandeglang, dan Bandung. Jelang hari raya Idul Fitri permintaan pembantu infal meningkat, mereka biasanya mendapat bayaran dua kali lipat dari hari biasa.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat libur Lebaran, tidak sedikit keluarga yang menggunakan jasa pekerja infal atau orang yang khusus dipekerjakan saat asisten rumah tangga reguler telah mudik ke kampung halaman. Namun, ada beberapa hal penting dalam memilih pekerja infal agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Percayakan kepada penyalur yang berpengalaman dan jelas track record-nya," ujar Dewi (26), seorang pegawai layanan konsumen di penyalur pekerja infal Yayasan Kasih Abadi, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (15/7/2015).

Dewi menilai, untuk mendapatkan pekerja infal yang berpengalaman, harus kenal dengan agen yang juga bisa dipercaya. Namun, kata Dewi, hal tersebut juga bisa berdasarkan rekomendasi teman, saudara, atau tetangga.

"Perhatikan latar belakang dan pengalaman kerja mereka. Apakah pernah bekerja sebagai pekerja infal sebelumnya atau tidak? Sehingga, mereka mudah beradaptasi dengan situasi di rumah," ujarnya.

Selain itu, kata Dewi, bagi calon majikan sebaiknya mendatangi langsung penyalur yang menyediakan jasa pekerja infal. Kemudian, pilih sesuai dengan kebutuhan dan kriteria keluarga. Sehingga dapat menyesuaikan negosiasi harga maupun tugas yang diberikan.

"Kalau bisa usahakan untuk datang langsung, lalu minta untuk bayar kontan. Tapi harus diperhatikan juga persyaratan dan perjanjian yang disepakati," tuturnya.

Sebab, lanjut Dewi, kemampuan setiap pekerja infal berbeda-beda. Sehingga jika salah pilih antara asisten rumah tangga, suster, atau baby sitter, dapat menyebabkan pekerjaan mereka menjadi tidak maksimal.

"Tentukan pekerjaan yang akan diberikan, berapa lama jangka waktu penggunaan. Apakah infal atau pembantu reguler? Karena status dan tarifnya berbeda. Jadi, bisa lebih leluasa memilih infal yang cocok," kata dia.

Seperti diketahui, pekerja infal hanya bekerja satu hingga dua minggu, tergantung kebutuhan. Tugasnya, untuk menggantikan asisten rumah tangga reguler yang sedang pulang kampung.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 Juta Per Hari

Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 Juta Per Hari

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Sebut Saluran Air Tol Japek yang Tertutup Proyek KCIC Jadi Penyebab Banjir

Wali Kota Bekasi Sebut Saluran Air Tol Japek yang Tertutup Proyek KCIC Jadi Penyebab Banjir

Megapolitan
Penjelasan Batan Soal Kesamaan Nama Pemilik Radioaktif Caesium-137 di Batan Indah dengan Penjual Jasa Dekontaminasi Online

Penjelasan Batan Soal Kesamaan Nama Pemilik Radioaktif Caesium-137 di Batan Indah dengan Penjual Jasa Dekontaminasi Online

Megapolitan
Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Mengaku sebagai Warga Brunei dan Kapten Kapal

Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Mengaku sebagai Warga Brunei dan Kapten Kapal

Megapolitan
Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Politisi PDI-P: Rumah Dia Harus Kebanjiran Dulu

Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Politisi PDI-P: Rumah Dia Harus Kebanjiran Dulu

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Izin Pendirian Apartemen hingga Gudang

Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Izin Pendirian Apartemen hingga Gudang

Megapolitan
Nelayan Masih Beraktivitas di Sekitar Pulau Sebaru

Nelayan Masih Beraktivitas di Sekitar Pulau Sebaru

Megapolitan
Polisi Kesulitan Cari Pencuri Kaca Spion Mobil Quraish Shihab

Polisi Kesulitan Cari Pencuri Kaca Spion Mobil Quraish Shihab

Megapolitan
Polisi Gerebek Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung

Polisi Gerebek Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung

Megapolitan
68 Personel Kopaska Siaga Amankan Perairan Pulau Sebaru

68 Personel Kopaska Siaga Amankan Perairan Pulau Sebaru

Megapolitan
4 Tersangka Kasus Penipuan dan Skimming ATM di Jakarta Utara Ditangkap

4 Tersangka Kasus Penipuan dan Skimming ATM di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
Kisah Ibu Melahirkan di Planetarium, Ditolong Banyak Orang

Kisah Ibu Melahirkan di Planetarium, Ditolong Banyak Orang

Megapolitan
Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Penyebar Hoaks Virus Corona

Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Penyebar Hoaks Virus Corona

Megapolitan
Longsor di Area Pemakaman Bogor, Belasan Mayat Hilang

Longsor di Area Pemakaman Bogor, Belasan Mayat Hilang

Megapolitan
Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X