Kompas.com - 05/08/2015, 23:31 WIB
EditorHindra Liauw

KOMPAS - Hanya membutuhkan sebidang tembok untuk memisahkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman dengan lingkungan lainnya. Di luar tembok itu, kondisi semrawut tersaji di depan mata. Saat pemerintah tak berbuat apa-apa, jurang di antara dua situasi itu akan semakin lebar.

Mari melongok sebentar pembangunan di wilayah Jakarta Utara. Suasana kontras sangat terasa di hampir enam kecamatan yang ada. Tingkat kekontrasan terjadi terutama saat di wilayah tersebut sebagian lahannya dikelola pengembang.

Di sekitar wilayah Penjaringan, misalnya, lingkungan Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah hunian yang sangat tertata, rapi, dan aman. Akan tetapi, bergeser sedikit dari kompleks tersebut, lingkungan yang kumuh sangat mudah ditemukan. Wilayah Kapuk Muara, yang tepat berada di belakang kompleks PIK, merupakan lingkungan padat penduduk yang sarat masalah. Rumah-rumah penduduk saling berdempet. Beberapa bahkan terlihat membangun di atas saluran air. Kumuh.

Kawasan Teluk Gong, Pejagalan, yang juga berada tak jauh dari kompleks perumahan itu, mengalami permasalahan tak jauh beda. Lingkungan yang semrawut, sampah yang menumpuk di sudut-sudut gang, dan bangunan-bangunan kumuh sangat gampang ditemukan. Bahkan, warga yang menghuni bagian bawah kolong jalan tol masih banyak.

Kondisi yang sama terjadi di hampir semua kecamatan yang berada di Jakarta bagian utara ini. Kawasan yang tertata hanya milik mereka yang berada dalam kompleks perumahan. Kawasan Ancol, Sunter, Kelapa Gading, juga sekitar Kemayoran yang berbatas di Pademangan adalah wilayah yang tertata. Di luar kompleks itu, hampir tidak ditemukan adanya lingkungan yang memanusiakan warganya.

Untuk melihat wilayah tanpa sekat, silakan menjelajahi kawasan Cilincing, daerah paling timur Jakarta Utara, yang berbatasan dengan Bekasi. Di lingkungan ini, kondisi wilayah sama rata. Sebab, tidak ada pengembang yang membangun kompleks perumahan.

Lingkungan yang kering, drainase yang tersumbat, permukiman padat, dan kurangnya fasilitas umum adalah kondisi yang merata di kecamatan seluas 3.970 hektar itu. "Beginilah kondisi lingkungan kami. Setiap tahun selalu dibangun, tetapi kondisinya tidak jauh beda," kata Hendrik Manurung, Ketua RT 011 RW 010 Semper Barat, Cilincing, Sabtu (1/8).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Hendrik, hal yang berubah hanyalah saluran air yang selalu diperbaiki setiap tahun. Akan tetapi, kebersihan, lingkungan yang asri, nyaman, dan tertata masih jauh dari harapan. Padahal, tambahnya, dirinya sangat berharap lingkungannya juga jauh lebih baik.

"Seperti kalau kita masuk ke kompleks-kompleks perumahan. Lingkungannya banyak pohon, tidak bau, dan bersih. Hidup kami juga pasti lebih tenang," ujar ayah tiga anak yang telah menetap di Cilincing belasan tahun lamanya itu.

Program berkelanjutan

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Megapolitan
Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Megapolitan
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.