Kompas.com - 16/09/2015, 21:27 WIB
Sandiaga Uno KOMPAS.com/ICHA RASTIKASandiaga Uno
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyatakan diri siap maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, Sandiaga Uno akan bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI yang akan dilangsungkan pada tahun 2017.

"Sebagai tokoh muda yang ingin ada perbaikan, semuanya harus siap," kata Sandiaga di Kompleks Parlemen, Rabu (16/9/2015).

Menurut dia, sebagai salah satu kota metropolitan, Jakarta masih memiliki begitu banyak persoalan. Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah bidang infrastruktur. Sebab, penyelesaian persoalan itu menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi.

"Bagaimana dunia usaha di DKI, khususnya mikro, menengah dan besar ikut tumbuh. Dan, gap yang selama ini terjadi dapat dikurangi," ujarnya.

Sandiaga pun tak mempersoalkan munculnya sejumlah nama lain yang juga digadang sebagai bakal calon gubernur. Sebagai orang yang baru terjun di dunia politik, ia menilai banyaknya pesaing justru akan semakin baik.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, saat ini partainya tengah mengkaji nama figur-figur muda, seperti Ridwan Kamil, Adhyaksa Dault, Selamet Nurdin, Sandiaga Uno, dan Triwisaksana, untuk diusung sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Nama-nama tersebut muncul berdasarkan usulan dari internal dan eksternal PKS.

"Masalah mengerucutnya nanti itu berjalan dengan waktu," kata Sohibul di Cibubur, Jakarta, Minggu (13/9/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sohibul menegaskan, PKS akan memadukan penilaian berdasarkan figur yang disetujui oleh internal dan disukai masyarakat. Ia tidak ingin penetapan calon kepala daerah dari PKS hanya mempertimbangkan alasan internal partai.

"Jangan kita maunya si A, tetapi rakyat maunya si B, ya kan enggak nyambung," ujarnya.

Desas-desus rencana pengusungan Sandiaga berawal dari pernyataan salah seorang petinggi Partai Gerindra, Edhy Prabowo. Kemudian, muncul sejumlah gambar di media sosial dengan menunjukkan bahwa Sandiaga akan maju dengan didampingi petinggi PKS DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana alias Sani. (Baca: Fotonya Disandingkan dengan Sandiaga Uno, Sani Sebut Itu Ulah Orang Iseng)

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memandang bahwa Sandi dan Sani memiliki reputasi yang bagus. Meski demikian, Qodari menganggap pengaruh Ahok di DKI Jakarta masih besar. (Baca: Sandi-Sani Pasangan Potensial, tetapi Tak Mudah Lawan Ahok)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Megapolitan
Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Megapolitan
Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Megapolitan
UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Megapolitan
Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Megapolitan
Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Megapolitan
Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Megapolitan
Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Megapolitan
Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Megapolitan
Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Megapolitan
5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Megapolitan
Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.