Kompas.com - 11/01/2016, 21:04 WIB
Ratusan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) saat menggelar doa bersama di halaman utama kantor JICT, Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (4/8/2015). KOMPAS.com/Tangguh SRRatusan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) saat menggelar doa bersama di halaman utama kantor JICT, Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (4/8/2015).
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Jakarta International Container Terminal (JICT), Dani Rusli Utama, mengakui pihaknya mendapatkan surat pemberitahuan terkait informasi Serikat Pekerja (SP) JICT akan melakukan mogok kerja.

Diperkirakan, kata Dani, pihaknya akan merugi sekitar Rp 15 miliar akibat 50 persen dari jumlah karyawan seluruhnya apabila melakukan aksi mogok.

"Dimulai pukul 00.00 WIB dan jatuh pada Selasa (12/01/2016), ada 700-an karyawan yang bekerja di sini dan sekitar 50 persennya atau 400 karyawan JICT akan mogok kerja. Jika itu benar terjadi, kemungkinan besar kami merugi Rp 15 miliar lebih," kata Dani di ruangan pertemuan Kantor JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/01/2016).

Dikatakan Dani, pihak JICT tak hanya mengalami kerugian materil, namun kerugian itu bisa berdampak lebih luas di aktivitas pelabuhan Tanjung Priok.

"Jadi begini, Mogok ini bisa berdampak luar biasa. Karena mogok ini akan berdampak langsung ke perusahaan potensi, dan lain-lainnya. Banyak sekali. Ada yang jauh lebih besar kerugiannya. Yakni masalah kepastian pelayanan Pelabuhan di Tanjung Priok yang berdampak kepada kepercayaan pengguna jasa untuk menggunakan terminal," terangnya.

Dampak kepercayaan kepada pengguna jasa, kata Dani, akan berkurang apabila pihaknya tidak memberikan kepastian dalam pelayanan bongkar muat dan pengiriman barang melalui kapal.

"Kalau tidak pasti, pengguna jasa akan mengeluarkan biaya-biaya tambahan berkaitan ketidakpastian itu. Ini akan menambah biaya lebih besar, ketidakpastian juga berimbas ke eksportir dan importir," kata Dani.

Ia kemudian mencontohkan kerugian yang dimaksud, seperti ada importir - eksportir baju bermerk dan tidak bisa memberikan pengiriman barang. Pemilik merk terkenal ini, jadi kalah oleh negara lain yang memberikan kepastian.

"Banyak tenaga kerja yang tidak terserap. Jadi kerugiannya ini, tak hanya dalam konteks satu saja, tapi keseluruhan," tambah Dani.

Ia pun berharap, para pekerja JICT yang akan menggelar mogok kerja, untuk dapat bermusyawarah terlebih dahulu.

"Ayo bicara dan selesaikan dengan baik. Kalau memang, mereka yang akan mogok mendengar informasi jika kami akan melakukan pemecatan karyawan juga itu sama sekali tidak benar. Jadi kita tetap meminta berbagai pihak agar tidak mogok," ucapnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Megapolitan
Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Megapolitan
Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Megapolitan
Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.