Ini Bunyi Iklan Ojek Aplikasi di KRL "Commuter Line"

Kompas.com - 07/02/2016, 08:40 WIB
Iklan-iklan dari Grab Bike Indonesia yang terpasang di salah satu rangkaian KRL commuter line relasi Bogor-Jakarta Kota, Jumat (5/2/2016). Sekilas konten iklan dari Grab memuat tulisan-tulisan yang tampak tengah menyindir layanan tempat mereka beriklan itu. Kompas.com/Alsadad RudiIklan-iklan dari Grab Bike Indonesia yang terpasang di salah satu rangkaian KRL commuter line relasi Bogor-Jakarta Kota, Jumat (5/2/2016). Sekilas konten iklan dari Grab memuat tulisan-tulisan yang tampak tengah menyindir layanan tempat mereka beriklan itu.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Grab Bike Indonesia tengah memasang iklan di kereta rel listrik (KRL) commuter line.

Jika diamati, konten iklan dari Grab memuat tulisan-tulisan yang menyasar penumpang moda transportasi tempat mereka beriklan itu.

Hal itulah yang tampak di salah satu rangkaian KRL commuter line relasi Bogor-Jakarta Kota, Jumat (5/2/2016).

Pantauan Kompas.com, iklan-iklan dari Grab berbunyi, "Males desak-desakan? Kalo ngojek pake app yang cepat aja"; "Takut telat? mending pake app ojek yang cepat"; dan "Gak dapet pegangan? Mending pegang HP dan pesan ojek".

Saat dikonfirmasi, Kepala Pemasaran Grab Indonesia Kiki Rizky membantah isi iklan mereka yang bertujuan menyindir layanan KRL commuter line.

"Kami enggak kok. Masa nyindir?" kata dia kepada Kompas.com.

Sebagai informasi, layanan KRL commuter line sering mengalami gangguan. Kejadian terbaru adalah gangguan persinyalan di jalur pelintasan antara Depok-Pasar Minggu, Rabu (3/2/2016).

Gangguan ini mengakibatkan banyak penundaan serta pembatalan perjalanan KRL commuter line. Ribuan penumpang pun telantar.

Sebagian penumpang pun akhirnya memilih keluar dari stasiun dan mencari moda transportasi yang lain.

Selain itu, pada jam-jam tertentu, seperti jam berangkat atau pulang kantor, para penumpang harus berdesak-desakan di dalam kereta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X