Kompas.com - 03/03/2016, 09:57 WIB
Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengunjungi anaknya Ivan Haz pada Rabu (2/3/2016). Ivan ditahan terkait kasus penganiayaan kepada pembantu rumah tangganya T (20 tahun). Akhdi Martin PratamaMantan Wakil Presiden Hamzah Haz menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengunjungi anaknya Ivan Haz pada Rabu (2/3/2016). Ivan ditahan terkait kasus penganiayaan kepada pembantu rumah tangganya T (20 tahun).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Wajah pria itu terlihat suram. Jalannya tertatih-tatih ketika menuruni tangga. Tak banyak yang dia ucapkan, kecuali permohonan doa untuk anaknya, Fanny Syafriansyah, alias Ivan Haz.

Dialah Hamzah Haz. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, saat sedang menjenguk Ivan Haz di rumah tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (2/3/2016).

Hamzah Haz tiba Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.00 WIB dengan menumpang mobil Toyota Innova berwarna hitam.

Ia memakai baju batik lengan panjang berwarna emas kombinasi hitam serta kopiah hitam yang menjadi ciri khasnya. Istri, kerabatnya, serta kuasa hukum anaknya, yaitu Tito Hananta Kusuma, turut menemani dia. Satu jam mereka berada di dalam tahanan.

"Kehidupan itu Allah yang ngatur. Doakan saya, mudah-mudahan saya kuat menghadapi musibah ini," begitu katanya ketika baru keluar dari menjenguk Ivan.

Akhdi martin pratama Anggota DPR RI Fraksi PPP, Ivan Safriansyah alias Ivan Haz saat akan dibawa keruang tahanan Polda Metro Jaya pada Senin (29/2/2016). Ivan resmi ditahan terksit kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ia lakukan terhadap pembantu rumah tangganya Toipah (20)
Dia mengaku meminta Ivan agar tabah menghadapi proses hukum kasus yang menjeratnya. Dia juga berpesan agar selalu bertawakal dan jangan sampai meninggalkan kewajiban sholat.

Menurut kuasa hukum Ivan Haz, Tito Hananta Kususma, Hamzah Haz juga ingin menjamin agar Ivan bisa dibebaskan. Jaminana itu datang dari seluruh keluarga, begitu juga dari partainya, PPP. Apalagi, Ivan masih menjadi wakil rakyat.

Kuasa hukum Ivan juga mencoba mengambil contoh kasus anggota DPR, Masinton Pasaribu, terhadap staf ahlinya, Dita Aditia Ismawati. Kasus Masinton tersebut berakhir setelah kedua pihak menempuh jalur damai.

Usaha pun dilakukan. Tito meminta Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) untuk membantu Ivan agar bisa berdamai dengan pembantunya, T.

Tito berharap LBH APIK membuka jalan agar kliennya bisa melakukan musyawarah dengan T sehingga kasus dugaan penganiayaan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Dia juga mengatakan bahwa kliennya tidak memiliki masalah pribadi dengan pembantunya. Selain itu, Ivan telah meminta maaf kepada T.

Kini Ivan Haz mendekam dibalik jeruji besi sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangganya, T (20 tahun).

Ivan dijerat Pasal 44 ayat 1 dan 2 serta Pasal 45 UU No 23 Tahun 2004 dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 30 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buka Peluang Restorative Justice dalam Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino

Polisi Buka Peluang Restorative Justice dalam Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino

Megapolitan
Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku Bunuh Korban ke Suami lalu Serahkan Diri ke Polsek

Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Pelaku Mengaku Bunuh Korban ke Suami lalu Serahkan Diri ke Polsek

Megapolitan
Kapasitas Ditambah Jadi 80 Persen, KRL dari Stasiun Tangerang Bisa Angkut Lebih Banyak Penumpang

Kapasitas Ditambah Jadi 80 Persen, KRL dari Stasiun Tangerang Bisa Angkut Lebih Banyak Penumpang

Megapolitan
Perempuan Tewas Terlindas Truk di Koja, Anak yang Diboncengnya Terluka di Kepala dan Tangan

Perempuan Tewas Terlindas Truk di Koja, Anak yang Diboncengnya Terluka di Kepala dan Tangan

Megapolitan
Polisi Kembali Panggil Chandrika Chika untuk Diperiksa Terkait Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar

Polisi Kembali Panggil Chandrika Chika untuk Diperiksa Terkait Kasus Pengeroyokan oleh Putra Siregar

Megapolitan
Kronologi Perempuan Tewas Terlindas Truk di Koja, Motor Korban Serempet Trailer

Kronologi Perempuan Tewas Terlindas Truk di Koja, Motor Korban Serempet Trailer

Megapolitan
Dalami Motif Peneror Bom Kedubes Belarus, Polisi: Kami Sudah Tahu Informasi Akunnya

Dalami Motif Peneror Bom Kedubes Belarus, Polisi: Kami Sudah Tahu Informasi Akunnya

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembunuhan Pria Bertato di Cibitung

Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembunuhan Pria Bertato di Cibitung

Megapolitan
Bocah Dianiaya Teman di Serpong, Korban Dituding Pelaku sebagai Penyebab Kekalahan 'Game Online'

Bocah Dianiaya Teman di Serpong, Korban Dituding Pelaku sebagai Penyebab Kekalahan "Game Online"

Megapolitan
4 Kecamatan di Jakarta Pusat Ini Paling Banyak Ditemukan Parkir Liar

4 Kecamatan di Jakarta Pusat Ini Paling Banyak Ditemukan Parkir Liar

Megapolitan
16 Hari Jelang Ajang Formula E, Begini Progres Pembangunan Sirkuit di Ancol

16 Hari Jelang Ajang Formula E, Begini Progres Pembangunan Sirkuit di Ancol

Megapolitan
Pemprov DKI Skrining Ibu Hamil untuk Cegah Kasus Hepatitis Misterius

Pemprov DKI Skrining Ibu Hamil untuk Cegah Kasus Hepatitis Misterius

Megapolitan
Mobil Dilempar Batu oleh Pengendara Motor di Kebayoran Lama, Pengemudi: Tak Ada Senggolan Sebelumnya

Mobil Dilempar Batu oleh Pengendara Motor di Kebayoran Lama, Pengemudi: Tak Ada Senggolan Sebelumnya

Megapolitan
Tindak Lanjut Kasus 2 Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Tindak Lanjut Kasus 2 Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Megapolitan
Tepergok Sedang Beraksi, Pencuri Gilingan Tebu di Gambir Nekat Menceburkan Diri ke Kali

Tepergok Sedang Beraksi, Pencuri Gilingan Tebu di Gambir Nekat Menceburkan Diri ke Kali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.