Mecimapro Janji Usut Dugaan Pelecehan Seksual dalam Konser EXO

Kompas.com - 04/03/2016, 15:08 WIB
Ratusan fans boyband asal Korea Selatan, EXO, selama tujuh jam lebih mengantre giliran masuk di depan gerbang Lapangan D Senayan, Sabtu (6/9/2014). Andri Donnal PuteraRatusan fans boyband asal Korea Selatan, EXO, selama tujuh jam lebih mengantre giliran masuk di depan gerbang Lapangan D Senayan, Sabtu (6/9/2014).
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Perwakilan Mecimapro, Tike Priatnakusumah, memastikan akan mengusut dugaan pelecehan seksual yang diduga telah dilakukan petugas keamanan pada konser boyband asal Korea Selatan, EXO, tangga 27 Februari lalu. Mecimapro merupakan promotor acara tersebut.

Informasi tentang dugaan pelecehan seksual itu viral di media sosial setelah penonton konser EXO yang sebagian besar perempuan menceritakan apa yang mereka alami di pos pemeriksaan sebelum masuk ke tempat konser.

“Begini, kalau dugaan pelecehan seksual, berarti ada orang yang ditunjuk melakukan hal itu. Kami harus cari tahu dulu siapa yang diduga melakukannya,” kata Tike melalui sambungan telepon, Jumat (4/3/2016) siang.

Tike mengaku, pihaknya sudah menanyakan langsung kepada petugas keamanan yang berjaga saat konser EXO bertajuk EXO’luXion di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, berlangsung. Dia menjanjikan, informasi detailnya akan disampaikan melalui keterangan pers yang akan dikeluarkan pada sore ini.

“Keterangan lengkapnya tunggu press release kami nanti, sekitar pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WIB. Kalau memang ada (dugaan pelecehan seksual), kami akan bantu usut itu,” kata  Tike.

Terkait apa yang dilakukan petugas sekuriti terhadap para penonton, yakni melakukan pemeriksaan tubuh atau body checking secara keseluruhan, Tike mengatakan bahwa hal itu sudah sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. Hal itu dilakukan sesuai masukan aparat keamanan, seperti TNI dan Polri.

Sebelumnya diberitakan, sebagian besar penonton konser EXO yang didominasi perempuan mengaku dilecehkan oleh petugas sekuriti perempuan. Bermaksud untuk memeriksa apakah penonton membawa kamera tersembunyi, petugas sekuriti dilaporkan menarik pakaian dalam penonton, hingga menekan alat vital mereka.

Penonton yang masih anak-anak dikabarkan mengalami trauma.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan mendapat kabar bahwa ada anak yang sampai menangis ketika diperiksa petugas. Beberapa di antaranya ingin teriak dan menangis, tetapi mereka sudah gemetar dan lemas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.