"Banjir di Jakarta Bukan karena Warga Bantaran Sungai"

Kompas.com - 21/04/2016, 22:37 WIB
Pengamat perkotaan Yayat Supriatna (ketiga dari kiri) dalam sebuah diskusi di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016). Nursita SariPengamat perkotaan Yayat Supriatna (ketiga dari kiri) dalam sebuah diskusi di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, mengatakan, banjir di Jakarta bukan sepenuhnya terjadi karena kesalahan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Ia menilai, banjir terjadi karena adanya perubahan pemanfaatan ruang di Ibu Kota.

"Pertanyaannya apakah masalah Jakarta terkait banjir harus normalisasi sungai? Enggak. Bukan soal warga bantaran sungai, melainkan juga perubahan pemanfaatan ruang. Jakarta banjir itu salah semua," ujar Yayat dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Menurut Yayat, para pengembang dan pemilik modal adalah pihak yang berkaitan langsung dengan banjir di Jakarta. 

Sebab, menurut dia, pihak tersebut yang banyak membangun dan mengubah pemanfaatan ruang.

"Yang salah itu yang bangun besar. Perubahan ruang dipengaruhi (oleh) pemilik modal. Kalau mau tahu siapa pemilik ruang di Jakarta, mereka adalah yang punya modal," kata Yayat.

Perubahan pemanfaatan ruang itu, lanjut dia, memengaruhi ekosistem. "Kalau soal penanganan banjir, enggak sepenuhnya salah warga bantaran sungai karena bukan soal penduduknya, melainkan ekosistem yang berubah," tutur Yayat.

Oleh karena itu, Yayat berharap, Pemprov DKI Jakarta dapat mendengarkan masyarakat yang terkena dampak normalisasi bantaran kali. 

Pemerintah diminta terbuka kepada mereka. "Setiap program yang terkait penataan kawasan, apa pun namanya itu, info dibuka ke masyarakat dan dimusyawarahkan. Sekarang pemerintah alergi dengan pendekatan itu," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Megapolitan
Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Megapolitan
Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Megapolitan
Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Megapolitan
Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Megapolitan
Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Megapolitan
Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Megapolitan
Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Megapolitan
Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

Megapolitan
Depresi Suaminya 2 Bulan Tak Pulang, Perempuan Hamil Coba Bunuh Diri di Gambir

Depresi Suaminya 2 Bulan Tak Pulang, Perempuan Hamil Coba Bunuh Diri di Gambir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X