Ini Kekhawatiran Ahok jika TNI dan Polri Tak Dilibatkan dalam Penertiban

Kompas.com - 14/05/2016, 08:32 WIB
Aparat gabungan sisir warga Kampung Akuarium yang rusuh saat penertiban, Senin (11/4/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAAparat gabungan sisir warga Kampung Akuarium yang rusuh saat penertiban, Senin (11/4/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, terlibatnya TNI dan Polri dalam kegiatan penggusuran merupakan bentuk pendampingan dan pengamanan terhadap anggota Satpol PP.

Dengan keberadaan TNI dan Polri, ia yakin tidak akan ada kelompok warga yang mau berlaku anarkistis.

Ia kemudian mencontohkan kasus penggusuran lahan sekitar makam Mbak Priok pada beberapa tahun silam. Saat itu, kata dia, kegiatan penggusuran tidak didampingi dengan adanya keterlibatan aparat TNI dan Polri.

"Kalau kita hanya Satpol PP yang jalan, kamu ingat enggak kasus Mbah Priok? Kalau cuma Satpol PP, dibantai enggak orang kita?" ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (13/5/2016).

Tidak hanya itu, Ahok menyebut keberadaan anggota Polri juga berguna sebagai saksi jika ada bentrokan fisik antara anggota Satpol PP dan warga.

Ia kemudian mencontohkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Monas pada pertengahan 2015 silam. Saat itu, kata dia, ada anggota Satpol PP yang sebenarnya melawan saat akan dikeroyok oleh PKL.

Namun, anggota Satpol PP itu kemudian dituding melakukan kekerasan. Karena tak ada sanksi yang bisa memperkuat keterangan, anggota Satpol PP itu, harus mendekam di penjara.

"Nah kalau ada bantuan polisi, polisi kan jadi saksi," ujar dia.

Keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan penggusuran belakangan dipermasalahkan oleh sejumlah pihak karena keberadaannya dinilai tidak lagi sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai lembaga negara yang berperan menjaga pertahanan negara.

Meski demikian, Ahok punya argumentasi sendiri. Ia menyamakannya dengan kasus dilibatkannya anggota TNI dan Polri dalam pengamanan unjuk rasa saat adanya unjuk rasa buruh.

"Saya tanya kamu, saat demo buruh, ada polisi enggak? Kenapa kamu enggak tanya itu? Ada demo, ada Hari Buruh, kenapa TNI dan Polri harus turun? Harusnya enggak perlu dong, kan dia bilang damai, tidak anarkistis, kenapa polisi perlu repot-repot harus turun sampai belasan ribu? Karena (demonya) bikin takut," ucap Ahok.

"Sekarang saya tanya, kalau ada demo, kenapa kamu takut kalau enggak ada polisi? Kalau kamu enggak macam-macam kenapa takut?" ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

Megapolitan
Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Megapolitan
Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Megapolitan
Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Megapolitan
Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Megapolitan
Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Megapolitan
90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

Megapolitan
Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X