Keluarga Korban Ledakan Ruang "Chamber" RS Mintohardjo Mengadu ke KKI

Kompas.com - 17/05/2016, 16:50 WIB
Seorang pasien memasuki chamber atau ruang udara bertekanan tinggi di Hyperbaric Centre, Rumah Sakit TNI AL, Dr. Mintohardjo, Jakarta, Rabu (31/5/2006). Walau awalnya merupakan terapi bagi para penyelam yang mengalami  keracunan nitrogen akibat dekompresi, namun secara klinis sejak tahun 1800 telah digunakan  secara umum untuk terapi berbagai masalah kesehatan seperti stroke, vertigo, asma, dll. KOMPAS/LASTI KURNIASeorang pasien memasuki chamber atau ruang udara bertekanan tinggi di Hyperbaric Centre, Rumah Sakit TNI AL, Dr. Mintohardjo, Jakarta, Rabu (31/5/2006). Walau awalnya merupakan terapi bagi para penyelam yang mengalami keracunan nitrogen akibat dekompresi, namun secara klinis sejak tahun 1800 telah digunakan secara umum untuk terapi berbagai masalah kesehatan seperti stroke, vertigo, asma, dll.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga korban ledakan hyperbaric chamber, atau lebih dikenal ruang terapi ozon, RSAL Mintohardjo, mengadu ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sebelumnya, mereka mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) karena melihat ada kejanggalan yang mengakibatkan ledakan terjadi.

Kedatangan keluarga korban diwakili oleh Tri Murny, istri almarhum Irjen Pol (Purn) drs HR Abu Bakar Nataprawira, yang mendatangi kantor KKI di Jalan Teuku Cik Dik Tiro Nomor 6 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016) sekitar pukul 14.20. Tri didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya.

Firman mengatakan, kliennya mengadu ke Komnas HAM dan KKI karena hingga kini belum ada itikad baik dari manajemen RSAL Mintohardjo mengenai persoalan ganti rugi terhadap keluarga korban.

"Sudah dua bulan lebih sejak peristiwa ledakan terjadi sampai hari ini, keluarga korban belum mendapatkan pertanggungjawaban yang serius dari pihak manajemen RSAL Mintohardjo. Hal ini menjadi preseden buruk bagi semua rumah sakit, khususnya rumah sakit pemerintah," kata Firman di kantor KKI.

Hingga kini, proses konsultasi antara keluarga korban dan KKI masih berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, Firman menyampaikan kronologi kejadian yang dianggap janggal.

Sebelum ledakan, dokter yang bertugas, yaitu dr Dimas Qadar Raditiyo, sempat bertanya kepada suster mengenai suhu ruangan yang terasa lebih panas dari biasanya.

"Dokter Dimas Qadar Raditiyo bertanya kepada suster Winarti karena ruang chamber terasa panas, tidak seperti biasanya. Suster Winarti pada saat itu mengabaikan dan menyebutkan bila hal tersebut dikarenakan AC-nya kurang dingin."

"Tidak lama kemudian, timbul percikan api dari ruang tabung chamber dan meledak," ujarnya.

Ledakan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, yaitu Irjen Pol (Purn) drs HR Abubakar Nataprawira, Ir RM Edy Suwardi Surryaningrat, dr Dimas Qadar Raditiyo, dan dr Sulistyo. (Dwi Rizki)



Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1: Ditendang Paspampres, Minta Maaf, hingga Ditilang

Heboh Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1: Ditendang Paspampres, Minta Maaf, hingga Ditilang

Megapolitan
Sederet Fakta Penjambret Ponsel di Tangsel, Kerap Lukai Korban hingga Residivis Narkoba

Sederet Fakta Penjambret Ponsel di Tangsel, Kerap Lukai Korban hingga Residivis Narkoba

Megapolitan
Kilas Balik Silang Pendapat Pemprov DKI dan Pusat soal Penanganan Covid-19 di Awal Pandemi

Kilas Balik Silang Pendapat Pemprov DKI dan Pusat soal Penanganan Covid-19 di Awal Pandemi

Megapolitan
Millen Cyrus Konsumsi Benzodiazepine karena Depresi

Millen Cyrus Konsumsi Benzodiazepine karena Depresi

Megapolitan
1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

Megapolitan
Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Megapolitan
RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

Megapolitan
Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Megapolitan
Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Megapolitan
Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Megapolitan
[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

Megapolitan
Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Megapolitan
Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X