Anggota DPR: Harusnya Lion Air Dibekukan Selama Sebulan

Kompas.com - 21/05/2016, 15:34 WIB
Penumpang Lion Air kelelahan menunggu bus jemputan menuju pesawat, setelah ground handling Lion Air dibekukan oleh Kementerian Perhubungan. Kejadian ini terjadi pada Jumat pagi (20/5/2016) di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Silvi/Kompas.comPenumpang Lion Air kelelahan menunggu bus jemputan menuju pesawat, setelah ground handling Lion Air dibekukan oleh Kementerian Perhubungan. Kejadian ini terjadi pada Jumat pagi (20/5/2016) di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR RI Komisi V, Fauzih Amro, mengatakan, pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas kepada maskapai penerbangan yang bermasalah. Hal ini perlu dilakukan untuk memberi efek jera kepada maskapai-maskapai yang bermasalah agar tidak mengulangi kesalahan mereka.

"Harus ada punishment yang tegas bagi maskapai yang bermasalah. Itu akan menimbulkan efek jera bagi mereka," ujar Fauzih dalam diskusi bertajuk "Ada Apa dengan Bandara Kita?", Sabtu (21/5/2016).

Fauzih mengapresiasi langkah dari Kementerian Perhubungan yang memberikan sanksi kepada Lion Air terkait insiden mogoknya para pilot yang menyebabkan penerbangan maskapai tersebut tertunda.

Akibat aksi tersebut, masyarakat yang rugi. Selain itu, Kemenhub juga memberikan sanksi pembekuan ground handling terhadap Lion Air terkait insiden salah menurunkan penumpang.

"Ini sanksi paling berat, mudah-mudahan ke depannya bisa menimbulkan efek jera, dan penerbangan kita akan lebih baik lagi ke depannya," ucapnya.

Fauzi menilai, seharusnya pembekuan tersebut diberlakukan selama satu bulan. Hal itu diperlukan agar maskapai-maskapai bisa berbenah diri dan memperbaiki kualitas pelayanan mereka kepada para pelanggan.

"Bila perlu, tiketnya dikembalikan. Itu menjadi komitmen Lion Air. Kita berharap satu bulanlah dibekukan semua biar dia berbenah diri," kata Fauzih.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin kegiatan pelayanan penumpang dan bagasi PT Lion Group dan PT Indonesia AirAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebagai konsekuensi dari pembekuan izin kegiatan pelayanan di bandara tersebut, kedua perusahaan penerbangan itu harus mencari perusahaan jasa pelayanan penumpang dan bagasi lain untuk melayani pengguna jasa penerbangan mereka.

Pembekuan berlaku lima hari sejak surat pembekuan diterbitkan. Diduga, pembekuan izin tersebut sehubungan dengan terjadinya kesalahan dalam penanganan penumpang pesawat Lion dengan nomor penerbangan JT-161 dari Singapura pada 10 Mei 2016 di Bandara Soekarno-Hatta oleh PT Lion Group.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

Megapolitan
Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Megapolitan
Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Megapolitan
Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Megapolitan
Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Megapolitan
Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Megapolitan
90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

Megapolitan
Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X