Kompas.com - 31/05/2016, 15:31 WIB
Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016). Nursita SariJessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Hidayat Bostam, menyangsikan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk menjerat kliennya yang dituduh membunuh Wayan Mirna Salihin.

Menurut Bostam, alat bukti yang dimiliki penyidik tidak bisa menunjukkan langsung bahwa Jessica yang menaruh sianida dalam gelas kopi yang diminum Mirna.

Untuk itu, dia akan menunggu di persidangan untuk menguak semua alat bukti yang diajukan penyidik ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Bukti apa yang bisa menjerat Jessica, sidik jari tidak ada, di CCTV jelas Jessica tidak berbuat apa-apa," ujar Bostam saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/5/2016).

"Dia tidak pegang gelas, tidak naruh racun, tidak pegang sedotan. Kalau mau masukin racun kan tutup botol racunnya harus dibuka, lalu diaduk untuk menjadi larut. Kan jelas di CCTV tidak ada perbuatan itu," ujarnya.

Bostam menilai, barang bukti berupa alat penggiling kopi dari Kafe Olivier mengada-ada. Pasalnya, alat tersebut tidak digunakan Jessica kala itu, yang menggunakan alat itu adalah bartender kafe tersebut.

"Alat penggiling kopi kan yang menggunakan bartendernya. Emang Jessica yang buat kopi itu?" ucap Bostam.

Bostam pun menuturkan, sampel celana yang dijadikan barang bukti oleh penyidik dinilai tidak logis. Pasalnya, celana tersebut bukanlah celana yang digunakan Jessica saat kejadian tersebut berlangsung.

"Ya enggak bisa dijadikan alat bukti, alat bukti itu yang melekat dalam sebuah tindak pidana," kata Bostam.

Mengenai penggunaan sampel celana tersebut hanya untuk barang peraga, Bostam mengatakan, polisi hanya mencari asumsi dalam kasus ini. Menurut dia, hukum pidana tidak mengenal asumsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perhimpunan Guru Desak Gubernur DKI Kembalikan PTM Terbatas 50 Persen

Perhimpunan Guru Desak Gubernur DKI Kembalikan PTM Terbatas 50 Persen

Megapolitan
Ada Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soetta, Kejati Banten Sita Rp 1,16 Miliar

Ada Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soetta, Kejati Banten Sita Rp 1,16 Miliar

Megapolitan
Cegah Keributan Terulang, Lapangan Ingub Muara Angke Akan Dilengkapi Penghalang

Cegah Keributan Terulang, Lapangan Ingub Muara Angke Akan Dilengkapi Penghalang

Megapolitan
Truk Kontainer Mogok, Macet Panjang Terjadi di Jalan Kapuk Kamal Raya Cengkareng

Truk Kontainer Mogok, Macet Panjang Terjadi di Jalan Kapuk Kamal Raya Cengkareng

Megapolitan
Ralat Pernyataan Kabid Humas, Dirreskrimsus Polda Metro Sebut Tak Ada Pegawai Anak-anak di Kantor Pinjol Ilegal PIK

Ralat Pernyataan Kabid Humas, Dirreskrimsus Polda Metro Sebut Tak Ada Pegawai Anak-anak di Kantor Pinjol Ilegal PIK

Megapolitan
Maling Motor di Cakung Babak Belur Dihajar dan Ditelanjangi Warga

Maling Motor di Cakung Babak Belur Dihajar dan Ditelanjangi Warga

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tetapkan Manajer Kantor Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK sebagai Tersangka

Polda Metro Jaya Tetapkan Manajer Kantor Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK sebagai Tersangka

Megapolitan
Tenteng Senjata Tajam di Permukiman, Pelajar yang Hendak Tawuran di Tambora Dibubarkan

Tenteng Senjata Tajam di Permukiman, Pelajar yang Hendak Tawuran di Tambora Dibubarkan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Pemerintah Pusat Tak Lagi Periksa Varian Virus Corona pada Pasien

Wali Kota Tangerang Sebut Pemerintah Pusat Tak Lagi Periksa Varian Virus Corona pada Pasien

Megapolitan
Perhimpunan Guru Minta Dinkes DKI Gencar Lakukan Tes Covid-19 Selama PTM 100 Persen

Perhimpunan Guru Minta Dinkes DKI Gencar Lakukan Tes Covid-19 Selama PTM 100 Persen

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak, Keterisian Rumah Sakit Capai 45 Persen

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak, Keterisian Rumah Sakit Capai 45 Persen

Megapolitan
Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil di Prapanca Jaksel, Polisi: Pengemudi Mengantuk

Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil di Prapanca Jaksel, Polisi: Pengemudi Mengantuk

Megapolitan
Sopir Ambulans di RSUD Depok Curi Tabung Oksigen, Aksi Tertangkap Kamera CCTV

Sopir Ambulans di RSUD Depok Curi Tabung Oksigen, Aksi Tertangkap Kamera CCTV

Megapolitan
PT Jaya Real Property Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall

PT Jaya Real Property Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall

Megapolitan
Kuasa Hukum Hariz Azhar dan Fatia Sambangi Kejati Jakarta Minta Rekomendasi Hentikan Perkara

Kuasa Hukum Hariz Azhar dan Fatia Sambangi Kejati Jakarta Minta Rekomendasi Hentikan Perkara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.