Kompas.com - 08/06/2016, 15:00 WIB
Petugas Unit Pengelola Kebersihan Badan Air, Taman, dan Jalur Hijau Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengangkut sampah di pertemuan sodetan Kali Grogol dengan Kali Pesanggrahan, di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (1/6). Para petugas tersebut bertanggung jawab atas kebersihan aliran sungai dari sampah. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Petugas Unit Pengelola Kebersihan Badan Air, Taman, dan Jalur Hijau Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengangkut sampah di pertemuan sodetan Kali Grogol dengan Kali Pesanggrahan, di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (1/6). Para petugas tersebut bertanggung jawab atas kebersihan aliran sungai dari sampah.
EditorEgidius Patnistik

Nirwono Joga, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, menilai, jika sungai dipandang sebagai potensi dan sumber kehidupan, sungai akan dirawat dan dikelola dengan baik. Kondisi sungai di sebuah kota mencerminkan perilaku warga dan kepedulian pemerintahnya.

Ironisnya, 13 sungai di Jakarta selama ini terabaikan. Hingga kini, kata Nirwono, sebagian warga Jakarta masih hidup ”membelakangi” sungai sehingga sungai diasosiasikan negatif, dianggap sebagai tempat sampah dan penyebab banjir.

”Padahal, Jakarta tak akan banjir dan krisis air baku jika sungai dikelola dengan baik. Terlebih lagi, Jakarta memiliki 13 sungai yang dapat menjadi potensi luar biasa,” paparnya.

Untuk itu, sudah saatnya paradigma negatif terhadap sungai ini diubah. Di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, misalnya, warga mulai membangun kawasan bantaran kali secara partisipatif. Di RT 015 RW 002, ada 97 rumah yang berdiri 4 meter dari bibir kali.

Antara kali dan halaman rumah warga dibatasi jalan inspeksi selebar 3 meter. Semua rumah didesain menghadap kali. Pembangunan secara partisipatif itu dilakukan sejak tahun 1999. Sebelum bermusyawarah dengan pemerintah, warga melakukan studi banding ke Kali Code di Yogyakarta.

”Seusai ditata, rumah kami sempat kebanjiran hingga ketinggian 2-3 meter. Namun, setelah Kanal Timur dibangun, sudah tak pernah banjir lagi,” ujar Sumiati (43), Ketua RT 015 RW 002 Cipinang Besar Selatan.

Warga menata kawasan bantaran kali itu dengan biaya swadaya. Secara bertahap, warga memindahkan rumahnya yang mepet dengan kali hingga berjarak 4 meter. Setelah itu, warga pelan-pelan membangun rumah mereka menjadi dua lantai. Dengan desain menghadap kali, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di kali semakin tinggi.

Warga pun beriuran Rp 15.000 per bulan untuk membuang sampah ke tempat pembuangan sampah sementara.

Kesadaran menjaga sungai di kalangan warga Jakarta memang harus dibangun kembali.... (ILO/MDN/WAD/DEA)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Juni 2016, di halaman 1 dengan judul "Kesadaran yang Semakin Runtuh..."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X