Ini Tips Pilih Pembantu Infal Saat Lebaran

Kompas.com - 29/06/2016, 11:21 WIB
Para pembantu pengganti (infal), menunggu di tempat penyalur jasa tenaga kerja Bu Gito, di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015). Pembantu infal tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Lampung, Pandeglang, dan Bandung. Jelang hari raya Idul Fitri permintaan pembantu infal meningkat, mereka biasanya mendapat bayaran dua kali lipat dari hari biasa. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPara pembantu pengganti (infal), menunggu di tempat penyalur jasa tenaga kerja Bu Gito, di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015). Pembantu infal tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Lampung, Pandeglang, dan Bandung. Jelang hari raya Idul Fitri permintaan pembantu infal meningkat, mereka biasanya mendapat bayaran dua kali lipat dari hari biasa.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh berbagi tips untuk orangtua jika mempekerjakan pembantu infal saat mudik hingga Lebaran mendatang.

Hal itu dilakukan karena berdasarkan catatan KPAI tahun lalu, cukup banyak pelanggaran pengasuhan anak yang dilakukan pembantu infal jelang musim Lebaran tiba.

"Pengasuhan anak tidak bisa digantungkan sepenuhnya kepada pembantu, khususnya yang baru dikenal. Orangtua tetap punya tanggung jawab dalam mengawasi anak-anak mereka yang sementara diasuh oleh pembantu infal atau musiman," kata Niam melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (29/6/2016).

Menurut Niam, hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memilih pembantu infal adalah mengecek latar belakang dan identitasnya dengan teliti. Termasuk dengan latar belakang keahliannya dalam mengasuh anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Kemudian, orangtua juga disarankan agar memberikan pekerjaan rumah tangga di luar pengasuhan anak kepada pembantu infal. Sedangkan masalah pengasuhan anak, sebisa mungkin, tetap ditangani oleh orangtua itu sendiri.

"Jika memang harus rekrut pembantu infal, sebaiknya tidak memprioritaskan pekerjaan yang berkaitan dengan pengasuhan anak, misalnya mencuci, membersihkan rumah, dan pekerjaan sejenisnya," tutur Niam.

Selain itu, bila pada akhirnya harus mempercayakan pengasuhan anak kepada pembantu infal, orangtua diminta tetap mengawasi. Pengawasan yang dimaksud adalah tidak melepas sepenuhnya anak untuk diurus oleh pembantu infal tersebut.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Megapolitan
Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
Pengendara yang Tabrak Pejalan Kaki karena Main Ponsel di Karawaci Belum Dijadikan Tersangka

Pengendara yang Tabrak Pejalan Kaki karena Main Ponsel di Karawaci Belum Dijadikan Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X