Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/08/2016, 09:38 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan pelat ganjil genap mulai berlaku hari ini. Sejumlah wilayah yang masuk dalam kawasan penertiban mulai dijaga sejumlah petugas kepolisian, Selasa (30/8/2016).

Di Bundaran Senayan menuju Jalan Sudirman, sejumlah petugas tampak berjaga di lampu merah sejak pagi tadi. Ada sekitar 10 petugas yang berjaga dan menyebar di beberapa titik lampu merah di kawasan tersebut. Pelang "Pemeriksaan Kendaraan Ganjil-Genap" juga terpasang di ruas jalan itu.

Dari pantauan Kompas.com, sejak pukul 07.30 WIB, ada lebih dari lima mobil perpelat ganjil yang ditilang polisi.

Salah satu pengendara yang terkena tilang, Andi, mengaku tak tahu bahwa ada penerapan tilang di kawasan yang dulunya diterapkan sistem three in one itu.

"Saya enggak tahu, jarang lewat sini soalnya," ujar Andi.

Salah satu pengendara bernopol B 1201 VFN yang juga ditilang mengaku tak tahu bahwa penerapan pembatasan mobil berlaku hari ini.

"Saya enggak tahu, Mas, baru tahu hari ini," ujar pengendara tersebut.

Selain menggunakan pelat ganjil, pengendara tersebut juga tidak membawa STNK dan SIM sehingga kendaraannya harus diamankan polisi. Sempat terjadi adu mulut antara pengendara tersebut dengan polisi karena tidak mau mobilnya diamankan.

"Ibu silakan naik taksi ke kantor, nanti telepon orang rumah bawa surat-suratnya dan akan tukarkan," ujar petugas polisi.

Hingga pukul 08.30 WIB, arus lalulintas di kawasan Bundaran Senayan terpantau lancar.

Penerapan pembatasan pelat ganjil genap mulai berlaku hari ini. Para pelanggar akan langsung tilang di tempat. Pembayaran denda maksimal Rp 500.000.

Pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil genap akan diberlakukan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalam Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda) dari Senin sampai Jumat, tepatnya pada pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kompas TV Ini Sanksi jika Melanggar Ganjil Genap
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi 'Online' Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi "Online" Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Megapolitan
Demi Atasi Kemacetan, 27 'U-turn' di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Demi Atasi Kemacetan, 27 "U-turn" di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Megapolitan
Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Megapolitan
Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Megapolitan
Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Megapolitan
Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Megapolitan
Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi 'Online' Akan Dipecat

Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi "Online" Akan Dipecat

Megapolitan
Kritik Wali Kota Gusur SDN Pondok Cina 1 karena di Pinggir Jalan, Orangtua: Kalau Bahaya, Kan Bisa Bikin JPO...

Kritik Wali Kota Gusur SDN Pondok Cina 1 karena di Pinggir Jalan, Orangtua: Kalau Bahaya, Kan Bisa Bikin JPO...

Megapolitan
Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi 'Online' di Depok Usai Bebas dari Tahanan Patsus

Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi "Online" di Depok Usai Bebas dari Tahanan Patsus

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Temui Massa Ojol Penolak ERP di Balai Kota

Kadishub DKI Jakarta Temui Massa Ojol Penolak ERP di Balai Kota

Megapolitan
Bripda HS Bunuh Sopir Taksi 'Online' di Depok, Apa Saja Tugas dan Fungsi Anggota Densus 88 Antiteror?

Bripda HS Bunuh Sopir Taksi "Online" di Depok, Apa Saja Tugas dan Fungsi Anggota Densus 88 Antiteror?

Megapolitan
Pemabuk Amuk Warung di Jatinegara, Pemilik Warung: Saya Bingung Salah Apa

Pemabuk Amuk Warung di Jatinegara, Pemilik Warung: Saya Bingung Salah Apa

Megapolitan
Tutup Akses Tol Jatikarya, Ahli Waris: Kami Bakar Ban di Tanah Kami

Tutup Akses Tol Jatikarya, Ahli Waris: Kami Bakar Ban di Tanah Kami

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.