Bamus Betawi Dinilai Sah-sah Saja Usulkan Calon Wakil Gubernur Jakarta

Kompas.com - 15/09/2016, 22:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan penghargaan kepada Majelis Tinggi Bamus Betawi Edi Marzuki Nalapraya, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015). Kompas.com/UnovianaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan penghargaan kepada Majelis Tinggi Bamus Betawi Edi Marzuki Nalapraya, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi, Rahmat HS, menilai Bamus Betawi boleh mengusulkan calon pemimpin Jakarta. Rahmat mengemukakan hal itu saat diminta tanggapannya terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghentikan dana hibah untuk Bamus Betawi karena organisasi itu dinilai sudah bermain politik.

Menurut Rahmat, fungsi organisasi kemasyarakat seperti Bamus Betawi adalah menyerap aspirasi masyarakat.

"Nah sekarang orang Betawi membuat rapim untuk Bamus nih, untuk menetukan siapa yang kira-kira yang diusulkan menjadi calon wakil gubernur kepada parpol. Ini sah-sah aja," kata Rahmat pada acara diskusi dengan tema "Jakarta di Tangan Ahok", di Bakoel Coffee di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Yang tidak boleh menurut dia adalah jika ormas mencari dana untuk partai politik. Hal itu  melanggar undang-undang.

Ia menilai reaksi Ahok keliru. "Jadi kalo kita mengusulkan siapapun, boleh diusulkan," ujar Rahmat.

Rahmat menyatakan, Ahok tidak bisa sepihak menghentikan bantuan hibah tersebut. Namun, Rahmat tidak terlalu mempersoalkan jika Ahok merealisasikannya.

"Duit Rp 5 miliar buat orang Betawi itu kecil. Kamu tahu enggak, Majelis Rakyat Papua hibah dari APBD-nya Rp 50 miliar," kata Rahmat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan Ahok memang enggak mungkin ngasih Bamus, ngasih kita hibah lagi karena dia enggak jadi gubernur lagi," kata Rahmat.

Ia berpendapat, Ahok bereaksi seperti itu karena pada acara Bamus tersebut hadir Sekda DKI Saefullah, yang kerap disebut bakal jadi pendamping Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017. Menurut Rahmat, wajar Saefullah hadir karena menjadi penasehat Bamus Betawi.

"Ini karena kegalauan Ahok," kata Rahmat.

Ahok sebelumnya mengatakan akan menghentikan dana hibah untuk Bamus Betawi. Ia menilai, organisasi itu sudah bersifat politis dan menyebarkan kebencian melalui acara Lebaran Betawi.

"Yang masalah itu mereka menggunakan Bamus Betawi yang minta hibah dari kami untuk main politik. Itu sudah melanggar Pancasila dan UUD 1945, dia bilang Jakarta harus Betawi yang jadi gubernur dia. Itu udah enggak betul," kata Ahok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Megapolitan
Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Megapolitan
Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.