Kompas.com - 20/09/2016, 12:46 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Binsar Gultom meminta Komisi Yudisial menjaga harkat dan martabat hakim yang menangani kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Permintaan tersebut disampaikan Binsar dalam menanggapi laporan yang disampaikan Aliansi Advokat Muda Indonesia (AAMI) serta Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) kepada Komisi Yudisial (KY).

(Baca juga: Tiga Hakim yang Tangani Perkara Jessica Dilaporkan ke Komisi Yudisial)

AAMI dan PBHI melaporkan hakim Binsar dan dua hakim lainnya, yakni Kisworo serta Partahi Hutapea, atas dugaan pelanggaran kode etik hakim. 

"Komisi Yudisial, kami harapkan tidak hanya menerima laporan, tetapi justru fungsi beliau itu menjaga harkat dan martabat peradilan. Kami sekarang lagi bersidang, tolong Komisi Yudisial menggunakan Pasal 20 ayat 1 huruf e (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Komisi Yudisial)," ujar Binsar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

Binsar menyampaikan, apabila ada perorangan, kelompok, atau badan hukum, yang menjatuhkan harkat dan martabat hakim, KY dapat mengambil langkah hukum atau langkah lain. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan Pasal 20 ayat 1 huruf e.

"Jadi, hal ini kami harapkan Komisi Yudisial memerhatikan kami di sini," kata dia.

Binsar meminta KY melakukan tugas dan wewenangnya sesuai dengan Pasal 20 ayat 1 huruf e agar persidangan kasus Mirna berjalan lancar.

"Tujuan kita tidak lain untuk mengamankan persidangan ini supaya berjalan secara baik," ucap Binsar.

AAMI dan PBHI melaporkan Kisworo, Binsar, dan Partahi ke Komisi Yudisial pada Senin (19/9/2016) kemarin.

Laporan tersebut disampaikan agar hakim tidak berpihak dan memimpin persidangan secara adil. 

Mereka melaporkan tiga hakim yang menangani kasus Mirna ini atas dugaan melanggar kode etik hakim, seperti berpihak, berprasangka, mengancam, menyudutkan, memberikan pendapat tentang substansi perkara atau perkara lain, hingga memberikan komentar, pendapat, dan pembenaran secara terbuka.

(Baca juga: Pelapor Hakim Jessica Berencana Laporkan JPU dan Penyidik )

Kompas TV Kuasa Hukum Jessica Ragukan Kesaksian Ahli Psikologi Ratih Ibrahim
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Kirim Motor Pakai Rosalia Express

Tarif Kirim Motor Pakai Rosalia Express

Megapolitan
Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Megapolitan
Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Megapolitan
Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Megapolitan
Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Megapolitan
Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Megapolitan
Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Megapolitan
Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Megapolitan
Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Tambah 68, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Kini 752

UPDATE 4 Juli: Tambah 68, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Kini 752

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.