Kompas.com - 06/11/2016, 14:16 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Uno (kemeja biru berkacamata) saat menyambangi warga di Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016) malam. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Uno (kemeja biru berkacamata) saat menyambangi warga di Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016) malam.
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno mengunjungi warga RT 03 RW 03, di Jalan Tengki, Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga ditanya warga cara mengatasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota.

Sandiaga mengatakan, dari hasil riset selama menemui warga setahun belakangan, ia menarik kesimpulan bahwa masalah kemacetan ternyata ada di posisi enam terkait persoalan warga Ibu Kota yang wajib dituntaskan.

"Saya sudah riset satu tahun penuh jadi kemacetan urutan nomor enam prioritas di benak warga Jakarta," kata Sandiaga, di lokasi, Minggu (6/11/2016) siang.

Yang berada di peringkat pertama, kata Sandiaga, adalah lapangan pekerjaan. Lalu, harga bahan pokok, ketiga kriminalitas, keempat pemerintahan yang dinilai belum transparan dan bebas korupsi, kelima pendidikan, dan keenam baru kemacetan.

Kemacetan bukan jadi urutan atas bagi warga Jakarta, lanjut Sandiaga, karena 60 persen warga Ibu Kota adalah kelas menengah-bawah.

(Baca: Sandiaga: Alhamdulillahnya buat Pak Basuki, Macet Tak Disalahkan Lagi ke Pemprov)

Masyarakat kurang mampu di Ibu Kota, kata dia, tidak terkena dampak langsung kemacetan lalu lintas. Sebab, jarak tempat tinggal dan tempat kerja dekat.

"Jadi masalah kemacetan itu masalah kelas menengah ke atas. Memang 40 persen warga Jakarta itu mengeluh 3-4 jam waktu mereka itu ada di kemacetan," ujar Sandiaga.

Meski di peringkat keenam, Sandiaga mengaku kemacetan tetap jadi prioritas untuk ditangani. Jika terpilih, dia akan mengupayakan cara moratorium kendaraan mewah untuk mengatasi kemacetan.

"Kendaraan impor yang konsumsinya untuk gaya-gayaan, buat gengsi, akan kita batasi dulu supaya kemacetan tidak semakin parah," ujar Sandiaga.

Sementara itu, pembenahan transportasi massal seperti Transjakarta, lanjut dia, terus ditingkatkan dan masyarakat diharapkan mau meninggalkan kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum.

"Karena nanti (transportasi massal) akan lebih aman, nyaman, dan terjangkau," ujarnya.

Kompas TV Sandiaga Uno Kampanye di Sejumlah Masjid
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Megapolitan
Polisi Gerebek Pinjol Online di PIK, Satu Manajer Ditangkap

Polisi Gerebek Pinjol Online di PIK, Satu Manajer Ditangkap

Megapolitan
Warga Tolak Pelintasan Sebidang di Kemayoran Ditutup: Itu Akses Utama Saya Pergi ke Pasar dan Antar Anak Sekolah

Warga Tolak Pelintasan Sebidang di Kemayoran Ditutup: Itu Akses Utama Saya Pergi ke Pasar dan Antar Anak Sekolah

Megapolitan
'Micro-lockdown' Usai, Warga RW 02 Krukut Dapat Kembali Beraktivitas

"Micro-lockdown" Usai, Warga RW 02 Krukut Dapat Kembali Beraktivitas

Megapolitan
Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Megapolitan
Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Megapolitan
Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Megapolitan
Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.