Hadiri Kampanye Djarot, Wali Kota Jakarta Barat Akan Dipanggil Panwaslu Besok

Kompas.com - 10/11/2016, 22:41 WIB
Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/8/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/8/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat, Endang Istiyanti, mengatakan, pihaknya berencana memanggil Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi.

Pemanggilan itu dilakukan untuk menanyakan perihal kehadiran Anas saat calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat berkampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Rabu (9/11/2016).

"Ini kan baru masuk tadi malam ada ASN (aparatur sipil negara) yang (diduga) terlibat oleh masyarakat. Rencananya besok (dipanggil)," ujar Endang kepada Kompas.com di Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Dalam proses pemeriksaan Anas, Panwaslu terlebih dahulu memanggil sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut, termasuk panitia acara. Panitia acara akan dimintai keterangan apakah mengundang Anas untuk ikut dalam kegiatan kampanye tersebut.

Anas juga akan ditanyakan dengan pertanyaan yang mirip dengan panitia tersebut. Jika Anas terbukti bersalah, Panwaslu akan mengirimkan laporan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara untuk menindaklanjuti laporan yang didapat Panwaslu.

"Komisi ASN, dia yang berhak memutuskan. Namun, bila tidak, berarti tidak ada pelanggaran," ujar Endang.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti menegaskan, dalam setiap kegiatan kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan aparatur sipil negara. Terkait keberadaan Anas saat kegiatan kampanye Djarot, kata Mimah, harus dicek alasan Anas berada di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harus dicek, ngapain, dia datang sendiri atau dlibatkan, aktif atau pasif harus dikroscek. Kan belum dapat laporan, baru foto, memangnya foto bisa menjelaskan?" ujar Mimah. (Baca: Sekda DKI: Wali Kota Jakbar Salah jika Hadiri Kampanye Paslon)

Saat dikonfirmasi, Anas mengaku hadir di lokasi tersebut untuk memantau informasi yang diterimanya mengenai adanya kelompok massa yang menolak kehadiran Djarot.

"Infonya kan ada demo di situ. Tugas wali kota selain melaksanakan pemerintahan umum, melaksanakan norma ketertiban umum. Ya kalau ada apa-apa (bagaimana). Siapa pun juga mau datang ke wilayah kita, kita amankan, bukan hanya dia (Djarot)," kata Anas kepada Kompas.com, Rabu.

Kompas TV Djarot Dihadang Warga Saat Berkampanye
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.