Pendukung Ahok Diminta Tak Bawa Anak Kecil ke Rumah Lembang

Kompas.com - 21/11/2016, 13:36 WIB
Anak kecil yang datang saat kampanye calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaAnak kecil yang datang saat kampanye calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga dan pendukung calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dilarang untuk membawa anak-anak mereka saat datang ke Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah pendukung Ahok terlihat membawa anak kecil saat bertemu dengan dia di Rumah Lembang, padahal kegiatan di Rumah Lembang termasuk dalam kegiatan kampanye. Saat melihat banyak anak yang datang pada acara kampanye itu, Ahok melalui Virgie Baker yang bertindak sebagai pembawa acara meminta agar warga tak lagi membawa anak-anak kecil.

"Jadi besok-besok, ibu-ibu tidak boleh bawa anak lagi ke sini ya. Kasihan Pak Ahok bisa didiskualifikasi. Ibu-ibu tidak mau kan Pak Ahok didiskualifikasi?" kata Virgie di Rumah Lembang, Senin (21/11/2016).

Dari pantauan Kompas.com, tidak sedikit warga yang membawa anak-anak mereka. Tangisan anak kecil tak jarang terdengar saat warga menyampaikan dukungan maupun pengaduan kepada Ahok.

Virgie meminta agar orang tua membawa anak-anak mereka ke ruangan yang dilengkapi penyejuk udara. Pasalnya, banyak anak kepanasan akibat berdesakan di taman belakang Rumah Lembang atau lokasi pertemuan warga dengan Ahok itu.

"Pokoknya mulai besok ibu-ibu enggak boleh lagi bawa anak, ya. Sekarang ibu-ibu bawa anaknya ke ruangan belakang, di sana ada AC-nya, kasihan anak-anak di sini kepanasan," kata Virgie melalui pengeras suara.

Larangan membawa anak saat berkampanye diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang larangan parpol melibatkan anak-anak terdapat dalam pasal 32 huruf K, yang memuat larangan memobilisasi warga negara Indonesia yang belum memiliki hak pilih, termasuk melibatkan anak-anak di dalam kampanye.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Megapolitan
4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Megapolitan
Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Megapolitan
Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X