Kompas.com - 21/11/2016, 22:41 WIB
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan saat mengenakan sorban kepada personel Brimob saat apel pengamanan Pilkada di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Akhdi Martin PratamaKapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan saat mengenakan sorban kepada personel Brimob saat apel pengamanan Pilkada di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan menyatakan polisi akan menindak tegas "penumpang gelap" saat demonstrasi pada 2 Desember 2016.

Penumpang gelap yang dimaksud Iriawan merupakan oknum yang mencoba memanfaatkan aksi demo untuk melakukan tindak pidana seperti penjarahan yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, 4 November 2016 lalu.

"Khusus di luar demo, adanya indikasi tindak pidana yang dilakukan seperti penjarahan, pencurian, kami akan lakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan aturan yang ada. Akan dilakukan penanganan seperti pelaku kriminal," ujar Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/11/2016).

Menurut Iriawan, tindakan tegas perlu dilakukan kepada oknum-oknum tersebut. Sebab, kepolisian tidak ingin penjarahan seperti di Penjaringan terulang.

"Seperti kita lihat kemarin di Penjaringan karena beda tujuannya. Mereka itu untuk mencari barang dan memanfaatkan situasi," ucap Iriawan.

Namun, untuk melakukan pengamanan saat aksi 2 Desember, Iriawan menjelaskan pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan sesuai dengan prosedur tetap. Polisi hanya diperkenankan membawa gas air mata saat mengamankan aksi tersebut.

"Kepada demonstran kami tetap melaksanakan sesuai dengan SOP. Dari tangan kosong, maksimal dari kami adalah gas air mata kemudian water canon dan tameng," kata Iriawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demo 2 Desember 2016 mendatang adalah aksi lanjutan yang akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) bersama organisasi masyarakat lainnya.

Aksi tersebut rencananya digelar di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Sebelum melakukan aksi, pendemo rencananya akan menggelar shalat Jumat dengan posisi imam dan khatib di Bundaran Hotel Indonesia.

Tujuan aksi adalah meminta kepolisian menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kompas TV Soal Aksi Demo Lanjutan, Ini Tiga Pesan Kapolri
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.