Rencana Agus Menghadapi Debat Cagub-Cawagub

Kompas.com - 10/12/2016, 15:06 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, berkunjung ke pondok pesantren Daarul Rahman di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016) sore. Kedatangan Agus dalam rangka memenuhi undangan pimpinan pondok pesantren dan memberi nasehat kepada para santri. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, berkunjung ke pondok pesantren Daarul Rahman di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016) sore. Kedatangan Agus dalam rangka memenuhi undangan pimpinan pondok pesantren dan memberi nasehat kepada para santri.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mempersiapkan diri untuk menghadapi debat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI yang akan diselenggarakan KPU DKI.

Agus mengatakan, bahan persiapan untuk debat itu ia ambil dari kunjungan yang ia lakukan ke warga.

"Semua yang saya lakukan sehari-hari menyiapkan saya untuk debat. Saya berinteraksi, saya mencatat, itu adalah persiapan untuk debat semuanya," katanya di sela kampanye di Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (10/12/2016).

Agus menyebut, ia tak perlu berhenti berkegiatan hingga puluhan hari hanya untuk menghadapi debat.

Agus akan menghadapi debat secara alami karena ia lebih mementingkan menemui warga sebanyak-banyaknya. Namun, ia mengakui akan berkonsultasi dengan ahli untuk menghadapi debat.

"Oh, tentu saya mendengarkan masukan tidak mungkin (dari) diri sendiri (saja), tapi banyak berkonsultasi dan diskusi," ujar Agus.

Lantas apa strateginya dalam debat kelak? Agus mengibaratkannya seperti strategi permainan sepak bola. "Ada offense dan defense," ujar Agus.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menentukan jadwal pelaksanaan debat antar-calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, debat akan mulai dilaksanakan pada 2017.

"Debat sudah diumumkan (jadwalnya), bulan Januari dan bulan Februari," ujar Sumarno, saat dihubungi, Senin (28/11/2016).

Debat antarcagub-cawagub akan digelar tiga kali, yakni pada 13 dan 27 Januari 2017, serta 10 Februari 2017. Debat tersebut akan disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi.

Hingga saat ini, KPU DKI masih melakukan kajian terhadap format yang akan digunakan dalam debat kandidat tersebut.

"Kami akan melakukan rapat pleno juga focus group discussion (FGD) dan mengundang para ahli. Nanti formatnya seperti apa, apakah cagub-cawagub tampil bersama-sama sebanyak tiga kali, ataukah gantian ataukah apa, itu sedang dirumuskan," kata Sumarno.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tio Pakusadewo Divonis Satu Tahun Penjara Terkait Ganja

Tio Pakusadewo Divonis Satu Tahun Penjara Terkait Ganja

Megapolitan
Jakarta Keluar dari Daftar Kota Termacet, Apa Indikator Penilaiannya?

Jakarta Keluar dari Daftar Kota Termacet, Apa Indikator Penilaiannya?

Megapolitan
Sudah Telepon 60 RS di Jabodetabek, Ibu dan Bayi Tak Kunjung Dapat RS

Sudah Telepon 60 RS di Jabodetabek, Ibu dan Bayi Tak Kunjung Dapat RS

Megapolitan
Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Megapolitan
Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Megapolitan
Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X